"Cepaaaaaaaaa..........."teriakan di Yahoo Messenger yang selalu menyapa saya setiap pagi. Lalu sayapun akan membalas teriakan tersebut.
"Nanaaaaaaaaa..........."dan kamipun berdua akan tertawa guling-gulingan setelahnya.
Pepy adalah orang yang berjasa mengenalkan saya dengannya. Setelah itu, kami menjadi kontak di MP dan mulai sering berkomunikasi lewat YM. Tidak adanya perbedaan waktu dikarenakan kami tinggal di negara yang sama, membuat komunikasi diantara kami menjadi lancar.

Saya memang bukan tipe orang yang susah untuk berteman, tapi untuk menjadi dekat, saya butuh waktu. Dengan
Nana, saya merasa lain... dekat walaupun belum pernah bertemu. Alhamdulillah, Nana juga merasakan hal yang sama.
"Aku ngerasa klik Sef dengan dirimu"
Ya... klik! Kami merasa klik satu sama lain.
Tidak puas hanya bertukar kata lewat layar komputer, kami pun merambah teknologi yang diciptakan
Graham Bell. Berjam-jam kami habiskan setiap harinya ditelpon dan herannya, kami tidak pernah merasa bosan, padahal yang kami bicarakan tidak jauh dari urusan dapur. Saling memberi informasi dimana bisa mendapatkan pernak-pernik dapur yang cantik demi menunjang hobi kami memotret makanan (yang sering membuat para suami manyun kelaparan menunggu sesi pemotretan selesai).
Setelah cukup lama bertegur sapa lewat dunia maya dan hanya mendengarkan suara, kamipun akhirnya bertemu. Pelukan mesra dan derai tawa yang menghiasi awal pertemuan kami. Tanpa ada rasa canggung layaknya sahabat lama, kami melakukan petualangan yang berbuah tersesatnya kami di
Nürnberg.
Pertemuan pertama inilah yang semakin mempererat persahabatan kami. Seolah belum puas berbicara berjam-jam ditelpon (memanfaatkan
fasilitas flatrate saya), kami masih menyambungnya lewat YM, sampai-sampai para suami kompak bilang begini:
"Kalian berdua ini lucu banget. Udah nelpon berjam-jam, masih juga ceting"
Itulah alasan kami
mempertemukan para suami, biar mereka bisa ikut merasakan kedekatan kami berdua secara langsung sehingga mereka tau, bahwa kami memang butuh untuk selalu bertegur sapa.

Nana yang saya juluki
Juragan Roti (dan dia menjuluki saya Budong alias Ibu Dongeng) ini buat saya bukan hanya seorang sahabat, tapi juga sudah merupakan bagian dari hidup saya. Nana adalah keluarga saya di
negeri dongeng ini, keluarga yang mengerti saya dan menerima saya apa adanya (dan inshaAllah, begitupun saya padanya).
Kami berdua selalu berusaha untuk jujur satu sama lain, menyatakan apa yang ada dihati seburuk apapun itu tanpa memendamnya menjadi luka yang kemudian hari akan membusuk. Semoga persahabatan ini akan terus ada selamanya, amin.
Na...
hari ini aku kembali merindukanmu
sama seperti hari kemarin dan kemarin dulu
aku rindu teriakanmu
aku rindu tertawamu
Na...
tadi aku melihat pernak-pernik berwujud sapi kesukaanmu
dan itu membuat rinduku semakin biru
cepat online lagi ya cinta..
Bremen, 29.04.08
Selasa 21:26
---------
Tulisan ini adalah partisipasi saya untuk
MP Friendship Writing Event yang diselenggarakan oleh
Mbak Yuli, Mama dari Ezra Karundeng.