
Disclaimer:
All photos in this album are taken by me, Sefa Firdaus, are copyrighted and all rights reserved.Lumayan lama juga saya gak motret, terakhir motret itu
bubur ayam yang motretnya juga dipaksain banget karena keluarga di Jakarta pengen lihat hasil bubur ayam buatan saya dengan resep kuah kecap dan sambel kacang dari tukang bubur langganan dekat rumah. Setelah itu boleh dibilang saya gak pernah motret sama sekali (bukan cuma food photography aja), sampai akhirnya motret lagi utk acara
Indonesian Day.

Nah berhubung saya sudah ijin tidak mengerjakan tantangan
SLF challenge #6 : Photos remake dan rasanya gak enak kalo ijin sampai dua kali, saya pun mengumpulkan semua tenaga dan semangat (masih ingat cerita saya yang
ini?) untuk mencoba motret lagi. Apalagi waktu diacara
Indonesian Day yang lalu, lumayan banyak orang-orang yang menyukai foto makanan hasil jepretan saya yang diikutkan dalam pameran bahkan ada yang sempat bertanya kapan saya akan membuat buku mengenai food photography. Dang! Saya jadi malu hati karena sudah mengikuti kata hati untuk berhenti memotret padahal Allah sudah berbaik hati memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa memiliki kamera dan sedikit bakat dalam bidang food photography.
Berhubung saya tidak mau kehilangan semangat lagi, saya tetap bersikeras motret
Mango Drink utk
SLF Challenge #7: Summer Drink walaupun baru satu kali jepret, kamera dan lensa saya ngadat. Gak tau kenapa tiba-tiba ISO bisa berubah sendiri (dari 100 jadi 200), dan AF modenya berpindah dari one shot ke Al Servo. Ajaib! Belum lagi lensa 50mm f/1.8 yang sempat ngadat waktu saya motret utk
Indonesian Day, semakin parah. Fokusnya macet, jangankan mau pake Auto Focus, lah Manual Focus aja gak bisa. Benar-benar deh, frustasi dan hampir saja membatalkan sesi foto utk
SLF Challenge #7: Summer Drink tsb. Tapi saya sadar, bisa jadi ini adalah ujian atas kesungguhan saya untuk kembali menekuni food photography, jadi ya saya nekat aja tetap motret sampai 37 kali untuk kemudian menyerah (takut kamera sama lensanya tambah rusak, sementara saya mau ikutan workshop di Stuttgart).
Jadi, inilah persembahan saya untuk
SLF Challenge #7: Summer Drink, minuman dingin yang menjadi kesukaan saya dan si Tukang Dongeng.
Mango Drink ini adalah produk dari Tang (bukan iklan yaa), kebetulan beberapa bulan lalu, saya dapat kiriman Tang Mango dari ibu mertua, jadi dimanfaatkan saja.. daripada nungguin saya bikin es kopyor sintetis.. alamat gak motret-motret :))

Semua foto saya ambil dengan cahaya dari belakang (dari jendela yang ditutupi gorden putih transparan), pemotretan jam 12 siang dan tanpa penggunaan reflektor. Berhubung cahaya matahari memang tidak terlalu terang, saya sengaja memotret ala over exposure untuk menimbulkan kesan musim panas yang terang benderang. Proses editing dilakukan pada brightness, contrast dan saturation (terkadang cropping dan straighten).
Styling hanya sederhana dengan satu gelas, satu botol (hadiah dari seorang teman baik *you know who you are*) dan satu teko transparan yg saya jadikan vas bunga lavender yg saya ambil dari halaman belakang apartemen. Gelasnya cuma satu karena memang punya satu, itupun tadinya adalah tempat mustard :)) Pokoknya mari memotret bersama Sefa itu gak pake biaya macem-macem deh, murah meriah :))
Silahkan untuk memberikan saran dan kritik. Terimakasih.
Oya, kali ini tantangan
SLF Challenge #7: Summer Drink ini diberikan oleh seluruh admin dan tantangan dimulai dari tgl 5 Juli 2009 dan akan ditutup tanggal 25 Juli 2009.

Ditunggu partisipasinya. Kalau saya aja bisa semangat motret dengan kamera dan lensa yang rusak, teman-teman pasti juga bisa.