
Judul novel ini eye catching banget, krn gue yang kebetulan lagi ke Gramedia Matraman utk mencari ensiklopedia para Nabi dan Rasul langsung tertarik utk mengambil satu novel dari tumpukan rak ditempat new arrival. Surprise banget krn ternyata novel dg judul
Test Pack (TP) ini ditulis oleh
Ninit Yunita (penulis muda, cantik, berbakat dan teman chatting yg menyenangkan, but… hey don’t worry, gue bakalan objektif). Ya udah, langsung gue beli dan gue baca on the way home. I kept on reading dan hanya berhenti utk ambil makanan (gue punya kebiasaan makan sambil baca atau baca sambil makan? Whatever-lah).
Novel Ninit kali ini menurut gue dewasa banget dan sudah berhasil membuat gue terharu which means berkaca2. Baca novel ini seolah2 gue berhadapan langsung dg para tokoh utama. Ninit berhasil memerankan both Tata dan Kakang lewat tulisannya, sehingga buat orang yg tidak tahu bahwa Ninit Yunita adalah nama seorang perempuan (bisa aja kan, soalnya banyak orang tertipu akan jenis kelamin Sidney Sheldon) akan mengira si penulis adalah laki2 lewat penuturan seorang Kakang. Dimata gue tokoh Tata itu adalah Ninit Yunita herself dan Kakang adalah her husband Adhitya Mulya, so real.
Sama seperti dinovel pertamanya Kok Putusin Gue (KPG), dinovel TP ini, Ninit juga menyisipkan pesan moral utk pembacanya bahwa walaupun anak adalah segalanya dan merupakan harta tak ternilai didunia ini bagi pasangan suami istri, tapi bukan berarti bisa dijadikan alasan utk meninggalkan pasangan kita krn dia tidak beruntung being infertile. Mengingatkan kita akan komitmen awal perkawinan bahwa kita menerima pasangan kita spt apa adanya dirinya. Mengingatkan gue juga akan nasehat almarhum ayah gue bahwa “cintailah seseorang dengan walaupun, bukan karena”, seperti cinta seorang Tata yg mencintai Kakang walaupun dia infertile, dan tidak mencintai Kakang karena dia seorang psikolog yang berhasil.
Novel ini juga menunjukkan kebesaran hati wanita yang bisa menerima pasangannya yg tidak subur, walaupun setelah terjadi pergulatan batin dan sempat berpisah sementara. Maaf kalau terdengar gender, but mostly yg terjadi didunia ini adalah banyaknya laki2 yang meninggalkan istrinya karena sang istri mandul untuk kemudian menikah kembali dg alasan menyambung keturunan.
Sayangnya kali ini, humor2 ringan dalam novel ini belum bisa membuat gue tertawa kencang atau tersenyum2 sendiri setiap mengingat dialog jenaka didalamnya spt waktu gue membaca KPG (yg sampai skg gue masih bisa ketawa geli mengingat dialog telepon salah sambung di radio atau waktu Amaya membuntuti pacarnya nonton di 21). But in spite of all, bintang 4 buat Test Pack rasanya tidaklah berlebihan. So novel ini memang recommended banget utk dibaca.
Image from:
wwwdotibukudotcom