Sefa's posts with tag: amsterdam

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag amsterdam
Photo AlbumAmsterdam: Day 3 (38 photos)Jun 3, '07 6:12 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Hari ketiga kami di Amsterdam, kami memutuskan untuk mengitari bagian lain dari Amsterdam dan menghabiskan waktu di café untuk main bilyard. Kebetulan, karena saya jadi bisa nonton GP F1 Monaco ;)

Dari café tersebut, kami berpisah untuk melanjutkan tujuan ketempat lain (sebagian rombongan tetap di Amsterdam, sebagian rombongan melanjutkan perjalanan ke Rotterdam, dan rombongan saya kembali ke Bremerhaven). 2 malam 3 hari di Amsterdam bersama teman-teman tersayang adalah pengalaman yang tak terlupakan. Semoga kami bisa melakukan reuni selanjutnya ditempat yang tak kalah indahnya dari Amsterdam, amin.

(Photos dari kamera saya dg photographer yg berbeda).

Photo AlbumAmsterdam: Day 2 (106 photos)Jun 1, '07 10:36 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Hari kedua, matahari bersinar cerah di Amsterdam, hanya sayangnya angin bertiup lumayan dingin. Dihari ini, kami memutuskan untuk pergi berkelompok dengan janji akan berkumpul jam 5 sore di meeting point yang sudah kami tentukan kemarin malam.

Saya yang pastinya ikut si Tukang Dongeng merasakan jadi ratu minyak sesaat, berjalan bersama 4 cowok Arab (yang senengnya jadi paling cantik sendiri, sedihnya kalau mereka pada ngobrol pake bahasa Arab, saya gak ngerti). Rencananya kami mau ketemuan sama Asri dan Diena. Sayang, handphone saya entah kenapa gak bisa menerima sms ataupun telpon, padahal gak saya restrict loh, jadi deh batal ketemuan sama Diena dan Asri, ihiks :( Sebel banget, secara teman-teman yang pake kartu pre-paid pada bisa nerima sms atau telpon.. eh saya yang paska bayar gak bisa (dipake nelpon bisa, cuma harus sabar dengerin network busy). Trus sms dari Asri saya terima begitu saya masuk wilayah Bremerhaven, huhuhu O2, gak can do nih :))

(Semua photos dari digicam saya, cuma ganti photographer terus)

Photo AlbumAmsterdam: Day 1 (21 photos)Jun 1, '07 10:13 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Tanggal 25.05.07, kami (saya dan si Tukang Dongeng) bersama beberapa teman berangkat ke Amsterdam untuk bertemu dengan kawan lama yang sudah kembali ketanah airnya. Kebetulan teman kami tersebut mendapat tugas kantor ke Belanda, sehingga kami memutuskan untuk mengadakan reuni kecil di Amsterdam.

Dikarenakan teman yang punya mobil (dan satu-satunya orang yang SIM-nya berlaku di Eropa) harus kerja pagi harinya, kami berangkat sore hari. Jam 6 sore kami memulai perjalanan, dan sampai di Amsterdam jam 10 malam (4 jam Bremerhaven-Amsterdam). Kami langsung ke A'dam centrum karena temans yang lain sudah menunggu disana.

Lalu, inilah sebagian cerita kami di Amsterdam pada hari pertama. Enjoy ;)

(All photos taken from my digicam with different photographers)

Seperti yang saya tulis disini, dari tgl 25-28 Mei 2007, kami (si Tukang Dongeng dan saya) bersama teman-teman di Bremerhaven mengadakan reuni di Amsterdam. Disana kami menginap di camping area Vliegenbos yang terletak di Utara Amsterdam.

Rombongan yang pergi ke Amsterdam dari Bremerhaven dibagi menjadi dua. Rombongan pertama berangkat jam 1 siang, sementara rombongan kedua (rombongan saya dan si Tukang Dongeng) berangkat jam 6 sore. Waktu rombongan kami sampai disana, rombongan pertama ternyata sedang berada dikota menemui teman kami yang asal Chile (alasan kami melakukan reuni ini). Jadilah kamipun menyusul kesana dan menghabiskan waktu untuk menikmati kehidupan malam dikota Amsterdam.

Pada saat kami kembali ketempat camping, kami ditegur dengan tidak ramah oleh sang penjaga malam, tapi tidak menimbulkan masalah yang berarti karena rombongan pertama telah membayar seluruh administrasi yang dibutuhkan oleh rombongan kedua. Malam pertama tersebut kami terganggu oleh suara percakapan dari rombongan lain yang mengobrol sampai pagi. Huh! Apa tugas penjaga malam kalau begitu?

Malam kedua 26.05.07 kami pulang ke camping sekitar jam 2:30 pagi dalam keadaan hujan yang lumayan deras. Begitu sampai ditenda, kami mendapatkan tenda yang kemasukan air yang berasal dari pintu. Kami (saya dan si Tukang Dongeng) tetap berusaha untuk tidur, tapi ternyata tenda (pinjaman) tersebut tidak tahan akan hujan deras, karena apabila badan kami menyentuh dinding tenda, airpun masuk lewat dinding tsb. Dikarenakan kami tidak ingin terbangun dalam kubangan air, kamipun memutuskan untuk menyewa kabin (walaupun kami tahu kemungkinan masih ada kabin yang kosong adalah kecil, tapi kami tetap berusaha). Kamipun berjalan menuju receptionis dimana para penjaga malam berada.

Kabin fully booked, kata sang penjaga malam. Tapi anda bisa membeli tenda baru, katanya lagi.

Huh! Tenda baru artinya kami harus membangun tenda tengah malam dan dibawah guyuran hujan yang cukup deras. Kamipun menolak opsi ini dan bertanya apakah ada hostel terdekat dari tempat camping tsb.

Ada, kira-kira 5-10 menit jalan kaki, jawab mereka.

Lalu kamipun memutuskan untuk mengambil tas berisi pakaian (karena kami sudah basah kuyup karena hujan) dan mengabarkan kepada teman yang lain bahwa kami akan pindah ke hostel.

Singkat cerita, kamipun kembali ke resepsionis untuk menanyakan lebih jelas tentang hostel yang mereka rekomendasikan. Namun belum lagi kami bicara apa-apa, si penjaga malam tsb telah terlebih berkata:

Saya yakin tidak ada kamar kosong di hostel tsb, karena saat ini adalah long weekend, banyak turis yang datang kesini.

Wah wah... apa ini, kok mereka (saat itu ada 2 penjaga malam laki-laki dan satu orang wanita) langsung menurunkan semangat kami dengan berkata spt itu. Aneh, pikir saya.
Ya sudah, saya berusaha menelpon Diena yang kebetulan tinggal di Amsterdam, tapi sudah saya telpon sebanyak 3 kali, Diena tidak menjawab telpon. Ya pastilah, saat itu sudah jam 3 pagi, Diena pasti sudah tidur. Lalu sayapun meminta tolong pada si penjaga malam untuk memanggilkan taksi dan akan berusaha untuk mencari hotel dipusat kota, karena pada waktu siang hari kami disana, saya melihat banyak sekali terdapat hotel dan ada beberapa yang memasang tanda bahwa mereka masih punya kamar kosong.
Penjaga tsb pun mencoba menelpon taksi. Anehnya, Amsterdam yang jelas-jelas adalah kota besar (ibukota negara gituloh) ternyata hanya punya satu sentral taksi yang terletak dipusat kota, dan pemesanan dilakukan dengan menelpon satu nomor sentral dan saat itu hanya nada sibuk yang mereka dapat dan mereka berhenti menelpon.

Oya, FYI kami berkomunikasi dengan para penjaga malam tsb lewat jendela, yang selalu mereka tutup apabila sudah selesai menjawab pertanyaan kami. Saya dan si Tukang Dongeng pun berbicara merundingkan langkah apa yang harus kami lakukan, tentu saja kami berbicara dengan suara yang normal karena kami tidak mau mengganggu orang-orang yang sudah terlelap (lagian manalah mereka mendengar suara kami, wong suara hujan sudah cukup keras). Tiba-tiba si penjaga malam membuka jendelanya dan meminta kami untuk segera pergi dari tempat tersebut karena boss mereka sedang tidur. Aha! Sangat tidak simpatik.
Kami tidak menggubris teguran tsb karena saat itu hujan deras, kamipun sudah basah oleh air hujan dan tempat tsb sangat dekat dengan pintu keluar. Lagi-lagi si penjaga membuka jendela dan mengusir kami. Kami minta mereka mengijinkan kami sebentar berdiskusi, tapi mereka tidak mengijinkan dan memaksa kami untuk segera pergi dari tempat tsb. Saya yang sebal diusir terus-menerus akhirnya berbicara dengan nada cukup keras kepada mereka.

Saya bilang: Jangan hanya bisa mengusir, tolong kasih kami solusi.

Meledaklah amarah penjaga malam yang sedang duduk didepan televisi. Mereka bilang mereka sudah memberi solusi untuk membeli tenda dan menelpon sentral taksi, tapi line-nya sedang sibuk. Ah, mereka hanya berusaha 2 kali menelpon (satu kali mereka kasih telponnya ke Tukang Dongeng untuk menyakinkan bahwa telpon sentral taksi tidak bisa dihubungi).

Sayapun berkata: At least kalian mengijinkan kami masuk sambil menunggu taksi. Kami basah dan kedinginan.

Mengijinkan kalian masuk? Apa kalian sudah gila
, kata si penjaga yang menonton tv.

Iya, mengijinkan kami masuk sampai kami dapat taksi. Apa kalian tidak punya perasaan, kata saya.

Dan murkalah sang penjaga yang asik nonton tv tsb. Dia maju kedepan jendela dan mengusir kami dari sana. Si Tukang Dongeng yang super duper sabar pun berbicara dengan baik pada penjaga malam tsb untuk mengerti keadaan kami dan berkata dengan baik. Penjaga malam tsb malah berkata dengan arogannya:

Saya ini sudah berbicara dengan baik. Apa kamu mau melihat wajah marah saya, katanya.
Pergi kalian, pergi dari sini, sebelum saya usir dari kamping ini.

Si Tukang Dongeng pun meminta penjaga tsb kembali ketempat duduknya dan apabila dia kembali ketempat duduknya (karena awalnya dia sedang asik nonton tv dan kami berbicara dengan penjaga yang lain), kamipun akan pergi dari situ.
Meledaklah penjaga malam tsb, dia keluar dari ruangan dan mendorong si Tukang Dongeng sampai keluar dari teras resepsionis shg kehujanan. Lalu dia berbicara dalam bahasa Belanda (yg pastinya adalah kata-kata kasar) dan lalu memberikan jari telunjuknya (fuck finger). Marahlah kami, si Tukang Dongeng membalas dengan kata yang sama (dg arti jari telunjuk tsb) hanya dalam bahasa Arab, dan saya pun meneriakkan kata yang sama dalam bahasa Indonesia.

Si Tukang Dongeng yang takut kesabarannya habis, menarik tangan saya yang sudah siap untuk membalas tindakan penjaga malam tsb. Ya, kami bukan orang Eropa apalagi orang Belanda yang mengerti hukum yang berlaku disana, makanya kami memutuskan untuk kembali dan berbicara dengan kawan yang lain.

2 Orang teman kami marah besar mendengar cerita kami, dan memutuskan untuk berbicara dg penjaga tsb. (Oya, waktu kami kembali ke tenda, penjaga yang menawarkan tenda datang kepada kami dan mengancam akan mengusir kami dari tempat camping kalau kami kembali lagi ke resepsionis). Dan apa yang dikatakan si penjaga tsb pada 2 orang teman kami:
1. Dia mengusir kami karena saya berbicara dengan suara keras ditelpon.
2. Mereka takut Boss mereka bangun dan akan marah besar pada mereka karena tidak bisa menghandle kami.
3. Saya berkata keras pada mereka.

Hmmm, aneh karena:
1. Telpon saya tidak diangkat oleh Diena, bagaimanapun mungkin saya bisa berbicara keras?
2. Mereka egois, karena takut kena marah atasan, mereka mengusir kami.
3. Apakah karena saya berkata keras mereka boleh mendorong si Tukang Dongeng? Toh mereka sudah membalas dengan kata-kata yang lebih tidak sopan dengan menyebut saya gila.

Jujur, saya sakit hati dengan tindakan penjaga malam tsb dan memikirkan untuk membawa masalah ini ke polisi, tapi saya tidak tahu hukum yang berlaku di Belanda. Jadi saya minta tolong pada teman-teman yang mengerti hukum di Belanda untuk memberikan pencerahan. Hal ini benar-benar menyakitkan, karena 5 tahun kami tinggal di Jerman, belum pernah kami mendapatkan perlakuaan yang merendahkan spt ini.

Buat teman-teman yang lain, saya minta tolong untuk menyebarkan cerita ini pada semua orang, agar berhati-hati apabila memilih Vliegenbos sebagai tempat camping. Oya, ada satu review dari tripadvisor:
Absolutely horrible and arrogant owner and all the staff. We were kicked out because we were late with coming in. We came at 22.30 and we weren’t allowed to come in (Allowed is only until 21.00) . We were rudely kicked out with physical power and swearing. When we wanted money back, he just laughed.
I warn everyone who wants stay there.

Gambar dari: Googlepunktde dengan kata kunci: "fuck finger".

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help