
Alhamdulillah, seperti yang saya harapkan (setelah Timnas Indonesia gagal), Iraq jadi juara di Asia Cup 2007 kali ini. Hadiah yang indah sekaligus mengharukan, karena saya teringat air mata si Tukang Dongeng waktu Irak lolos ke final. Yup,
orang yang paling gila bola tsb* dan paling benci kalau melihat saya menangis, menitikkan air mata disaat Irak menang lawan Korsel disemifinal Piala Asia kemarin. Dia menangis karena teringat pamannya yang meninggal pada saat perang Irak-Iran, paman yang pernah berkata padanya bahwa almarhum ingin sekali melihat Irak masuk final dan menang di Piala Asia. Ahhh.... mendadak air mata saya pun mengembang begitu si Tukang Dongeng menceritakan alasannya menangis. Plus kami menonton diasrama lewat TV Irak (Al Iraqiyah), jadi kami bisa melihat suasana Baghdad pasca pertandingan semifinal tsb diiringi lagu puji-pujian untuk timnas mereka dan tangisan sang reporter. Ah... betapa kemenangan ini membahagiakan untuk semua warga Irak. Alhamdulillah!
Irak si negara kaya minyak itu ternyata sangatlah menyedihkan kondisinya (thanks to the devil yang sudah memporak-porandakan negara indah tsb). Disana diberlakukan pemadaman listrik secara bergantian (reminds me of Indonesia). Jadi disaat pertandingan semifinal kemarin tsb, harusnya terjadi pemadaman selama 3 jam. Rakyat Irak yang ingin melihat pahlawan mereka bertanding memohon kepada pemerintah untuk menunda pemadaman, dan rela mengalami kegelapan tanpa listrik selama 6 jam dihari berikutnya, asalnya mereka bisa melihat pertandingan penting tsb. Alhamdulillah, pemerintah Irak bisa mengerti bahwa pertandingan semifinal Irak vs Korsel adalah segalanya buat rakyatnya.
Piala Asia ini juga menyisakan cerita lucu diantara kami berdua. Jelang pertandingan Arab Saudi vs Indonesia, kami sudah melancarkan perang dingin. Usaha saya yang membujuk si Tukang Dongeng untuk memihak Indonesia adalah sia-sia, bahkan ancaman untuk mogok masak pun tidak ditanggapi.
Dia: "Kamu dukung siapa Ayone"
Saya: "Indonesia pasti"
Dia: "Oke, kalau gitu kita rival, karena aku dukung Arab Saudi"
Saya: "Ihhhhh, istrimu kan orang Indonesia, dan kamu aslinya orang Irak. Jadi kamu harus dukung Indonesia"
Dia: "Ya gak bisa dong, walaupun aku orang Irak, tapi aku lahir dan besar di Jeddah, jadi Saudi ini sudah jadi tanah air kedua buatku"
Saya: "Iya sih, tapikan nanti insha Allah kalo kita punya anak, anakmu itu 50% orang Indonesia, jadi kamu harus belain anakmu dong"
Dia: "Gak bakalan. Lagian anak kita nanti otomatis jadi WN Arab Saudi"
Saya: "Ya udah, aku gak mau masakin kamu kalau gitu"
Dia: "Gpp, aku bisa masak sendiri kok"
Saya: *pasang muka ngambek*
Dia: *ketawa puas*
Dan sepanjang pertandingan, kami yang biasanya menonton dari satu komputer (karena kami nontonnya dari internet) memutuskan untuk menonton dari laptop kami masing2. Dan ihiks-ihiks, Indonesia harus mengakui kehebatan Arab Saudi yang sudah 3 kali menjuarai Piala Asia tsb. Tapi walaupun kalah, saya bangga pada timnas Indonesia, yang sudah kelihatan lebih baik dari sebelumnya. Semoga 4 tahun lagi, giliran saya yang menangis bahagia karena timnas Indonesia menjadi nomor satu di Piala Asia, amin.
Sekali lagi, selamat Irak, kalian memang pantas jadi juara!
Gambar dari:
Kooradotcom* Gimana gak gila bola, tiap hari bacaannya
Kooradotcom, trus sesibuk apapun.. begitu panggilan main bola datang, langsung punya waktu (padahal barusan menolak ajakan istrinya untuk pergi belanja dengan alasan sibuk). Dan setiap ada pertandingan bola ditivi, pasti langsung nonton dan tak terkalahkan main PS bola.