Sefa's posts with tag: barcelona
Mencari hotel di Barcelona itu gampang-gampang susah, apalagi kalau perginya mepet dan waktu yang dipilih adalah liburan Paskah. Awalnya kami gak mau susah dengan mendatangi travel biro langganan (langganan nanya, pergi dari sana sih belum pernah), dengan harapan bisa mendapatkan kembali paket perjalanan yang sempat mereka tawarkan tahun baru kemarin pada kami. Waduh! harganya itu loh.. bikin sakit mata (baca: mahal) dan belum lagi waktu liburan yang lamanya minimal 7 hari. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari semuanya sendiri dengan memanfaatkan internet gratis dari asrama yang kecepatannya bikin saya gak percaya, iyalah.. dibagi 2 gedung gitu loh :)  Setelah browsing sana browsing sini, kami memutuskan untuk tinggal di apartemen dengan alasan supaya bisa masak. Tapi setelah dipikir ulang, ngapain juga mau liburan kok masih harus masak? Kalo pengen masak mah tinggal aja di Bremerhaven, gak usah jauh-jauh ke Barcelona. Akhirnya kami-pun memutuskan untuk nginep dihotel saja yang menyediakan sarapan pagi, dan mulai mencari dengan meminta bantuan teman-teman disini. Akhirnya dapatlah kami hotel yang kami inginkan, tidak terlalu jauh dari kota dan dekat pantai. Wah, benar-benar sesuai dengan keinginan, pikir kami waktu itu, apalagi ditunjang dengan bewertung (review) yang rata-rata baik. Hotel di Spayol aneh, itu kata teman saya yang sempat menyelesaikan masternya disana. Kata-kata yang menyejukkan hati setelah melihat keadaan hotel yang akan kami tinggali during our stay in Barca. Kondisi hotel sih baik, hanya tidak seindah yang ada dibayangan, plus fasilitas yang membuat kami tertawa. Ya iyalah, wong international channel tv yg digembar-gemborkan itu adalah CNN dan Eurosport, yang juga merupakan fasilitas dari asrama saya di Bremerhaven apalagi ternyata Eurosport-nya versi Jerman, hehehe.. so ngapain juga jauh-jauh ke Barca? Tapi karena kami ke Barca bukan untuk nonton TV, jadi it's not a big deal, apalagi kamarnya bersih, kamar mandinya juga bersih dan karyawan hotelnya ramah-ramah semuah walaupun "gagu" (baca: gak bisa bahasa Inggris). Oya ternyata kami gak dapat breakfast loh, ini mah murni kesalahan saya yang salah baca aja kok dan pantainya sampai kami pulang gak keliatan, hehehe.  Kami menginap dihotel bukan karena gaya gak mau tidur di hostel, bukan! Kebetulan hostel yang di Barcelona apalagi yang ada dipusat kota fully booked pada saat kami kesana. Ternyata oknumnya adalah para British Hooligans yang datang rombongan bersama klubnya masing-masing demi menonton timnas England melawan Andorra dibabak kualifikasi Piala Eropa 2008, plus rombongan pelajar yang sedang study tour memanfaatkan liburan Paskah yang lumayan panjang (sekitar 2 minggu utk student di Jerman). Judulnya, Barcelona waktu kami kesana betul-betul padat merayap, penuh sesak namun tetap aman terkendali ;) Hotel atau hostel dipusat kota sangat kami sarankan, karena keterbatasan waktu operasi dari alat transportasi disana. U-bahn (metro/subway) hanya beroperasi sampai jam 12 malam week-days dan jam 1 pagi week-end, sementara bus dan tram lebih singkat lagi (ini berdasarkan informasi yang kami dapat dari petugas di metro station, but please correct me if it's wrong). Jadilah kostum dugem yang sudah kami siapkan tersia-sia, dan hanya numpang jalan-jalan dalam koper tanpa sempat merasakan indahnya suasana malam di Barca (untuk menikmati kehidupan malamnya ya, kalau indahnya malam mah tiap hari, soalnya kami sampai hotel itu antara jam10-12 malam). Loh, memangnya gak ada taksi ya disana? Hmm ya, ada kok, tapi sangat tidak disarankan, muahaalll (5€ per 10 menit).  Actually, transportasi di Barca sangatlah murah (saya membandingkan dengan Bremerhaven khususnya dan DE pada umumnya) dengan ketepatan waktu yang tidak mengecewakan. Ada bermacam-macam jenis tiket yang ditawarkan oleh TMB (Transports Metropolitans de Barcelona) yang berlaku untuk semua jenis transportasi yang ada (kecuali taksi dan kereta cepat). Buat yang datang bersama pasangan, sangat disarankan untuk membeli tiket T10 yang bisa dipindahtangankan (alias boleh dipake rame-rame) dengan masa berlaku 1 tahun (ini nih yang bikin kami terkagum-kagum waktu kami membeli tiket di Bandara). T10 seharga 6,90€ (berlaku untuk 1 Zona) ini adalah tiket yang bisa kita pakai untuk 10 kali naik kendaraan/masuk stasiun metro (10 kali validasi) yang termasuk dalam TMB.  Berkunjung ke Barcelona pastilah kita ingin melihat keindahan kota dan objek-objek wisata yang ada disana. That's why, transportasi yang paling menguntungkan adalah Metro/Subway/U-bahn, dan tiket yang paling menguntungkan adalah T10. Sama seperti metro di Paris, untuk masuk kedalam metro station di Barca, kita harus menggunakan tiket sebagai pembuka pintu masuk (yang kemudian bisa kita berikan pada teman kita berikutnya dan berikutnya dstnya), dan begitu kita sudah berada didalam stasiun untuk pindah kemetro lainnya, tidak perlu memasukkan tiket lagi, jadi kalau cuma ingin berkeliling metro ke metro (tanpa keluar stasiun), hanya dibutuhkan 1 kali validasi. Selama kami berada di Barca, kami membeli 4 buah tiket T-10 dengan total harga 27,60€, bandingkan apabila kami membeli tiket untuk 5 hari dengan harga 20,80€ per orang, yang artinya kami menghemat 14€ dengan menggunakan tiket T10 tsb, menguntungkan sekali bukan? Ooopppsss, almost forgot! Jangan pernah mencoba untuk naik metro tanpa tiket ya, walaupun kamu tidak ditegur waktu melompat pintu masuk ke stasiun, tapi petugas dengan anjing herder siap menanti didalam stasiun. Tenang, kamu tidak akan digigit oleh anjing tersebut, tapi hanya didenda 40€ saja!
--------- All photos are taken by me: - Saya narsis di depan salah satu hotel di Barcelona, tapi beneran loh.. saya gak nginep disini. - Metro Barcelona, bersih ya (merokok didalam metro denda 39€ something, ya jadi 40€ deh). - Tiket T-10 (satu lagi disimpen si Tukang Dongeng). - Si Tukang Dongeng, setelah keluar dari metro station Placa Espanya.
Photos lainnya ada di: Barcelona: Tour #1 - Walking around The Old CityBarcelona: Tour #2 - La RamblaBarcelona: Tour #3 - El EixampleBarcelona: Tour #4 - MontjuicBarcelona: Tour #5 - BeachBarcelona: Tour #6 - Dragon and CathedralBarcelona: Arc de Triomf - Parc de la CiutadellaBaca cerita lainnya: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan RonaldinhoBarcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis JermanBarcelona: giliran Catalans, Foods and Café
|  | Tour #6 ini adalah tour terakhir yg disarankan oleh buku panduan yang kami punya. Starting point dari tour ini adalah La Sagrada Familia, tapi berhubung letak dari Sagrada Familia dipusat kota, kami memutuskan untuk memulai tour dari Parc Güell, dengan pertimbangan letak yang jauh dan cuaca yang diramalkan akan hujan.
Untuk menuju ke Parc Güell, kami naik metro nomor L3 dan turun di Valcarca. Alhamdulillah beruntung sekali kami memutuskan untuk turun disana (menuju kesini bisa juga turun di Lesseps), karena kami jadi bisa menikmati jalanan menanjak dengan kemiringan hampir 45°. Tenang, tenang... jangan takut dulu, disediakan eskalator kok, walaupun tidak sampai seluruh perjalanan, jadi bakalan capek sedikit deh, gak banyak. Ya memang sih, waktu kami kesana, ada satu eskalatornya yang tidak berfungsi, sehingga kami harus naik manual.. tapi fun kok, ngos-ngos-an dikit, gpp kan ;)
Saya jatuh cinta dengan taman buatan Gaudi yang sangat lengkap ini. Kita bisa menyalurkan bakat narsis, photography (landscape dan bangunannya keren), main ayunan, mengenal tumbuh2an, duduk santai sambil minum kopi, mengenal karya-karya Gaudi, bahkan melihat cowok-cowok ganteng bercelana pendek sedang jogging ;;) Taman ini special deh, pake telor ;)
Saya sempet senewen juga disini, karena kesulitan mencari Gaudi Dragon yang saya bilang mirip Tokek :D Kok susah sih? Ya iyalah, karena saya mengharapkan patung naga yang sangat besar, karena disetiap post card atau souvenir, interpretasi saya adalah patung naga besar segede gaban (padahal gaban itu kecil loh). Eh kok ya gak taunya imut-imut, hehehehe... panteslah saya gak keliatan kalau gak duduk dibangku mozaik yang dirancang oleh asistennya Gaudi, Josep Jujol.
Dari Parc Güell, kami menuju ke must-see landmark in Barcelona, La Sagrada Familia. Karena kami memulai tour ini agak siang (karena kecapean nonton bola) plus sebelumnya kami mampir dulu di Arc de Triomf dan bermain sebentar di Parc de la Ciutadella (yang keduanya tidak termasuk dalam tour yang disarankan), jadi kami sampai ke La Sagrada Familia sudah mulai gelap dan hujan, ihiks.
Speechless banget liat La Sagrada Familia, karena memang benar-benar spektakuler dan unbelievable banget. Bangunan ini adanya dipusat kota, dan sudah dibangun sejak tahun 1882 dan masih akan terus dibangun sampai tahun 2026! Isn't it amazing?
La Sagrada Familia ini mempunyai dua sisi yang berbeda yang diberi nama Passion façade (disebelah barat) dan Nativity façade (disebelah timur). Nativity façade yang dinyatakan sebagai World Heritage oleh UNESCO ini adalah satu-satunya bagian dari La Sagrada Familia yang dibangun oleh Gaudi, sementara Passion façade ini baru saja dibangun. Untuk informasi secara lengkap, silahkan klik dilink yang sudah saya berikan diatas.
Tour #6 ini highly recommended by us. The absolute must-see places when you are in Barcelona. Spend your whole day to explore these two places designed by Gaudi. See, Tukang Dongeng and I didn't tell you a lie when we said, Barcelona is Gaudi ;;)
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
|  | Tour #5 ini adalah tour terakhir yang kami lakukan dihari ke-empat. Sesuai dengan ramalan cuaca yang sudah kami dapatkan waktu di DE, maka pilihan tour ke pantai ini dilakukan dihari terakhir setelah Tour #4 - Montjuic dan kunjungan singkat ke Nou Camp.
Huaaaaa, saya memang takut laut.. tapi saya suka sekali dengan pemandangan laut, langit dan semua yang ada disana. Itulah sebabnya tangan saya tidak berhenti memotret... serasa deh. Lengkap sudah rasanya kami berada di Barcelona, dengan berada disini.
Ops lupa, kami tidak beruntung, karena rencana untuk naik sky lift (yang kayak di Ancol dan Taman Mini) gagal, soalnya pas kami kesana... sedang tidak dioperasikan. Ihiks, padahal kami pengen banget melihat Barcelona dari udara (lumayan loh, dari Port Vell sampai Montjuic). Ya gpp deh, ini mungkin artinya kami harus kembali lagi ke Barca.
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
|  | Sebetulnya kami sudah ke Montjuic ini waktu hari kedua, bareng British Hooligans buat melihat aksinya Rooney, Gerrad dkk melawan timnas Andorra dikualifikasi piala Eropa 2008 (seperti cerita saya yang: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho, ini loh). Hanya waktu itu sama-sekali gak kepikiran untuk moto-moto, wong paling enak juga tangan dimasukin dalam kantong jaket. Ihiks, malam itu cuaca benar-benar tidak bersahabat di Barca, apalagi diketinggian spt Montjuic. Alhamdulillah kami nonton bolanya di-covered area, jadi gak basah kuyup.. walau tak bisa terhindar dari tampias due to angin yang kencengnya minta ampun (sampai kami kasian ngeliat rombongan British Hooligans yang duduknya berseberangan sama kami, krn mereka di-uncovered area... ihiks, padahal mereka keliatan happy aja tuh).
Dihari ke-4 (besok paginya kami sudah pulang ke DE), kami kesini lagi deh (memang itinerary-nya gitu kok, Montjuic dihari terakhir). Di Montjuic inilah Olimpiade 1992 dilakukan, wowwww tempatnya enak banget walau betis bakalan kenceng kebanyakan jalan nanjak, cocok deh untuk olahraga, udaranya ituloh...seger. Saya aja nyesel gak bawa sepatu jogging, kalo gak lumayan menghilangkan baby fat :)) Hehehe, gaya amat ya... jalan aja udah ngos-ngosan gitu kok. Montjuic ini bukan cuma tempat olahraga aja kok, banyak terdapat museum disini dan ditambah taman-taman yang indah. Seruuuu deh pokoknya ;)
Sebetulnya ada satu tempat wajib kunjung yg gak bisa kami datengin, yaitu Castell de Montjuic. Saya sih alhamdulillah masih kuat, tapi si Tukang Dongeng beneran sudah gak kuat lagi. Cedera dilututnya semakin kerasa, belum lagi alergi yang dideritanya karena air Barcelona yang sangat tidak ramah utk dia. Ihiks, kalau ingat betapa si Tukang Dongeng berusaha mengikuti langkah saya (walau kondisi tidak prima), saya jadi terharu banget. He loves me that much sampai melupakan rasa sakitnya (pas sampai hotel, keliatan banget betapa sakitnya dia.. ihiks, aku jahat yaaa). Trus karena dia lihat saya kecewe (walau tetep centil), dia bilang: "Next time, we'll come here again and we'll visit every place that we missed now". Ya, semoga saja kami punya rejeki lagi, dan bisa kembali kesini.. karena Barcelona memang beneran cantik!
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
|  | El Eixample adalah daerah yang merupakan modern Barcelona, terkenal dengan gedung-gedung beraliran art nouveau, perumahan elit dan butik-butik kelas atas. Hati-hati buat para perempuan yang hobi belanja dan pencinta barang-barang bermerek, karena bisa jadi uang anda akan terkuras disini ;)
Eixample dibagi menjad dua oleh Passeig de Gracia (yang merupakan the heart of this area) menjadi Eixample Right dan Eixample Left. 2 masterpieces dari Gaudi kami temukan didaerah yang merupakan tujuan tour #3 kami. Sebetulnya kami ingin sekali melihat keindahan interior dari Casa Battló karya Gaudi, tapi antrian yang panjang dan si Tukang Dongeng yang sedang cedera,sehingga tidak bisa berdiri diam terlalu lama membuat kami harus melewatkan kesempatan tsb. But someday, insha Allah... we'll be back here dan mengunjungi tempat-tempat yang tak sempat kami datangi.
Tour #3 inilah yang mempertemukan kami dengan para turis Jerman, dan awal dari keberuntungan mendapatkan tour guide gratisan. See, walaupun bahasa Jerman tidak dipakai sebanyak bahasa Spanyol dan Perancis, tapi sangat berguna utk travellers yang bisa berbahasa Jerman namun tak mampu membayar tour guide :))
Tour ini juga sangat unik, karena dimulai dari Palau de la Música dan diakhiri di Museu de la Música.
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
Apa sih yang dipesankan teman-temannya si Tukang Dongeng waktu dia mau ke Barca? Oleh-oleh? Nope! Mereka pesen direview cewek-cewek Catalan.. hihihi, dasar cowok. Ops, maaf kalau jadi gender, padahal mah temen-temen saya yang cewek juga nitip dibawain cowok ganteng dari sana, jadi kesimpulannya? Cewek sama cowok gak ada bedanya, yang penting kasih sayang, hehehe.  Menurut si Tukang Dongeng, perempuan Catalan biasa-biasa saja (ini pendapat jujur dia ya, bukan karena saya mengancam dengan golok loh), tapi sekalinya ada yang cantik.. wowwww rruuaaarrrrrr biasa cantiknya (sayang saya tidak berani untuk candid, maklum bukan dikampung sendiri). Ini juga pendapat saya sih, kebetulan saya adalah pengagum wanita-wanita cantik, jadi saya juga ikutan observasi deh. Tapi menurut saya, mereka sangat modis dalam berpakaian sehingga sedap dipandang mata dan sangat menarik. Dari hasil 4 hari berkelana di Barcelona, saya perhatikan bahwa most of the catalan women like to put eye liner just like the Arabian women (apakah ini berhubungan dengan sejarah bahwa dulunya mereka adalah bagian dari bangsa Arab? bisa jadi begitu). Itu perempuannya, nah kalau laki-lakinya? Surgaaaaaaaa buat saya, walau belum ada yang menyaingi kegantengan si Tukang Dongeng (eittsssss gak boleh protes). Alangkah mudahnya mencari cowok ganteng disana, dan mostly mereka itu berbadan atletis (kok ya kalo ketemu cowok ganteng rata-rata lagi jogging, mana pakenya short lagi). Gimana j adi kepengen gak sih booking tiket dan hotel untuk segera meluncur kesana *wink-wink*. Ya pendapat kami sih belum bisa dijadikan patokan untuk seluruh orang Spanyol loh, baru Catalans aja, besides baru 4 hari muter-muter kok udah berani buat kesimpulan sih... kami belum seberani produser/sutradara film Virgin yang dengan observasi 3 hari sudah berani bikin film yang katanya menggambarkan tingkah laku para ABG Indo masa kini. But they (the Catalans) are friendly and helpful, even they're willing to do kungfu dengan jurus bahasa tubuh in case of helping us in finding direction. Nice!  What about the foods? Nah kalau ini agak ngeri ngasih pendapat, karena kami tidak yakin apakah makanan yg kami makan tersebut khas daerah Catalan atau khas negara Spanyol, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari Om Wiki, katanya makanan yang kami makan tersebut adalah originally from Valencia. Kami memutuskan makan Paella karena restaurants sepanjang La Rambla menyediakan menu Paella ini including photonya yang bikin perut keroncongan dan air liur menetes plus terbawa dalam mimpi *mulai jadi pinokio*. Kebetulan saya dan si Tukang Dongeng adalah pencinta makanan enak dan senang mencoba sesuatu yang baru, apalagi dengan moto sebelum berangkat ke Barca bahwa kami harus makan makanan khas Catalan, atau at least Spanish food-lah. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa juga makan Paella, dan rasanya? Enak! Buat temen-temen yang suka masak dan pengen nyoba, coba deh klik link ini, ada step by stepnya segala loh. Selamat masak ya, jangan lupa bagi-bagi *celamitan mode*.  Nah itukan makanan Spanyol, gimana dong bagi orang-orang yang gak suka makanan Spanyol dan gak punya mood untuk mencoba? Gak usah takut kelaparan, masih banyak jenis makanan lain dan juga junk food tersedia disana. Beragam restoran dari beragam negara kami temukan di Barca dan tentunya fast food spt Mc D, BK dan KFC. Pilihan kami selama disana jatuh pada restoran Pakistan (hari pertama saya makan Prawn Briyani, huaaaaaaa enak banget), restoran China dan KFC (KFC adalah pilihan termurah dibanding fast food lain). Dasar Asia (kata si Tukang Dongeng), 3 hari berturut-turut kami makan Chinese foods di 3 restoran yang berbeda, yang akhirnya membuat si Tukang Dongeng menolak keras waktu saya ajak makan Chinese foods di Düsseldorf, ihiks padahal masakannya enak banget. Jadi no wonder deh pas pulang ke DE, lobang ikat pinggang saya maju satu, hihihi *jadi malu*.  Harganya gimana? Soal harga, paling top memang restoran China *2 jempol* Dengan uang 10€ (per orang) kami sudah bisa menikmati menu lengkap, dari pembuka, utama, penutup dan beverages. Pembagiannya disana adalah: pembuka, menu 1, menu 2, penutup dan minuman, dengan rasa yang tidak mengecewakan. Oya ada kejadian lucu, since I knew that gambas is udang in Spanish, jadi suatu hari sebagai appetizer saya memilih pan gambas (apalagi kemarinnya si Tukang Dongeng dapat salad udang yang rasanya top *drooling ngingetnya*) sementara si Tukang Dongeng memilih sup kepiting jagung. Setelah menunggu dengan harap cemas sambil berkhayal akan indahnya udang dalam piring *glek*, eh tiba-tiba kok yang muncul kerupuk udang. Ihiks, ternyata pan gambas itu memang kerupuk udang, huaaaaaa mana rasa udangnya gak berasa lagi, langsung deh saya ketawa geli mengingat ke-sok-tahu-an saya. Alhamdulillah setelah itu makanan yang lain tidak mengecewakan, jadi terhapus lah kekecewaan hati, apalagi si Tukang Dongeng langsung menyisihkan setengah dari sup kepiting jagungnya untuk saya, trus he said: "You know why I gave you my soup, ayone?" saya jawablah dengan centilnya (kebayang dong gimana centilnya saya) "because you love me" *biasalah, pede tingkat tinggi, bukan geer loh, hehehe*. Eh dia ngomong gini: "Nope, because I dont want to be full so I can enjoy the next foods". Gedebug!!! (pake "g" biar lebih mantap) saya langsung jatuh dari kursi (yang ini bohong ya), jawabannya ituloh.. romantis banget. Dan si Tukang Dongeng pun ketawa bahagia bisa melihat muka kartun saya, katanya: "I know that you'll be cartoon, that's why I teased you". Huh!!
Sekarang yang demen ngopi (minum kopi, bukan ngopi catatan kalau udah deket ujian) gimana dong? Jangan kuatir... cafés (jamak) dari yang biasa sampai berinterior cantik bertebaran diseantero Barcelona, jadi kegiatan nongkrong sambil ngopi (minum kopi loh, bukan ngopi catatan temen, hihihihi udah ya diatas) gak bakalan kelewat. Si Tukang Dongeng yg tiap pagi wajib minum kopi sambil baca koora (website berbahasa Arab yang memuat semua pertandingan bola diseluruh dunia, ini bukan hiperbola ya.. memang bener, bahkan liga Indonesia aja ada loh), pastinya tidak melewatkan café begitu saja untuk minum kopi, teh, juice, minuman ringan lain atau minuman berat dan tentunya istirahat meluruskan kaki sambil ngemil. Harganya lumayan kok, gak sampai jual rumah... masih mampulah kantong mahasiswa spt kami, sekitaran 3 euro gitu deh, sama kan kayak di Starbuck Indo, atau lebih mahal? yang jelas sih sama lah kayak di Balzac atau Starbuck di DE.
eNBe: maaf ah gak ada photo cowok gantengnya, soalnya saya kan pemalu.. jadi gak berani minta photo cowok yang lagi pake celana pendek ;)
--------- All photos are taken by me: - Women at Metro (gak terlalu yakin sih mereka Catalan atau dari provinsi lain atau malah bukan Spanish). - Paella sea food yang endang gulindang. - Contoh makanan kami di Restoran Chino (disana ditulisnya beneran Chino loh) Hongkong. - Pan gambas, yang ternyata adalah kerupuk udang tanpa rasa udang. - Tabel harga disalah satu café yang kami datangi, maaf kurang jelas.
Photos lainnya ada di: Barcelona: Tour #1 - Walking around The Old CityBarcelona: Tour #2 - La RamblaBarcelona: Tour #3 - El EixampleBarcelona: Tour #4 - MontjuicBarcelona: Tour #5 - BeachBarcelona: Tour #6 - Dragon and CathedralBaca cerita lainnya: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan RonaldinhoBarcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis JermanBarcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket
|  | Tour #2 ini kami lakukan dihari pertama kedatangan, setelah sempat istirahat (baca: tidur) selama 2 jam di hotel.
Menurut buku panduan yang kami punya, tour ini hanya membutuhkan waktu 2 jam, tapi prakteknya molor menjadi setengah hari... karena banyak sekali objek2 indah yang patut diabadikan.
Tour kami mulai dari Placa Catalunya sebagai starting point untuk kemudian dilanjutkan menyelusuri La Rambla yang merupakan pusat keramaian kota Barcelona yang disesaki oleh turis (lokal maupun int'lokal... hihihi, emangnya nelpon) dimana dikanan dikirinya berdiri bangunan-bangunan indah dengan fungsi yang berbeda. Jalan di La Rambla terbagi menjadi 3 bagian, kiri dan kanan untuk kendaraan, tengah untuk pedestrian yang menghubungkan Placa Catalunya dan Monumen Christoper Columbus, panjangnya 1,2 km (gak bakalan gempor deh kalo jalan kaki.. kecuali kalau lagi cedera gara-gara main bola *ngelirik si Tukang Dongeng*).
Ada apa aja sih disana? Lihat aja photos-nya. Enjoy!
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
|  | Tour #1 ini kami lakukan dihari kedua dan keempat, karena dihari kedua kami terseret arus British Hooligans ke Montjuic seperti cerita saya disini, sehingga tidak bisa menyelesaikan keseluruhan route yang seharusnya bisa dilakukan sepanjang pagi sampai makan siang.
Tour #1 ini cocok banget untuk para penggemar Museum, karena memang ini adalah tour museum to museum yang tersebar banyak di Barcelona. They said that Barcelona is a paradise for museum lovers. Banyak museum yang tidak sempat kami lihat, karena pada hari kedua cuaca di Barcelona benar-benar tidak bersahabat, hujan dan dingin sekali (yang membuat saya kelaparan terus), tapi banyak juga tempat-tempat cantik yang tidak ada di buku panduan yang kami temukan, terutama Mango dan Zara.. hihihihi. Eh iya loh, di Mango dan Zara, waktu terbuang tak terasa... tapi tidak sia-sia sih, karena si Tukang Dongeng yang kakinya sakit bisa beristirahat sejenak (berjenak-jenak padahal).
Selamat menikmati photo hasil bidikan digicam seadanya milik saya, dan semoga informasi yang saya berikan disetiap photonya bisa bermanfaat.
Cerita versi saya tentang Barcelona: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan Ronaldinho Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis Jerman Barcelona: giliran Catalans, Foods and Café Barcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket |
 Sebagai students dari negeri dongeng yang sudah terbiasa meminum air langsung dari kerannya, di Barcelona kami mengalami kesulitan, karena sangat tidak disarankan untuk meminum air langsung dari keran disana (pengalaman pribadi dan hasil tanya sana-sini dengan penduduk sekitar). Memang banyak disediakan keran air minum ditempat-tempat umum, tapi dari rasanya lebih tepat disebut sebagai swimming water instead of drinking water (rasa kaporitnya nendang banget). Alhamdulillah kami tidak sempat dehidrasi disana, karena harga air mineral disana sangat murah, untuk satu botol 1,5 liter antara 0,20 - 0,58€, harga tsb berlaku bila kita membeli di C4, kalau di supermaket lain harganya beda lagi dan apabila beli di kios (dijalan-jalan) harganya menjadi 3 kali lipat bahkan lebih (paling murah 1,05€). Namun, harga tsb masih tetap murah dibandingkan dengan harga di DE yang sudah mahal, kita masih harus membayar ekstra 0,25€ untuk jaminan botol. Air minum sangat penting, karena dengan suhu 15°C di Barca, kami jadi sering kehausan. Itulah alasannya untuk lebih baik melakukan travelling di Barca atau around Spain not in summer, karena akan sangat panas sekali. Saya sendiri enggan membayangkan harus keliling kota Barcelona dengan membawa botol air minum berliter-liter (secara saya dan si Tukang Dongeng minum spt onta, hihihi).  Selama berada di Barca, kami sangat beruntung (alhamdulillah) karena tidak perlu membayar tour guide untuk mendengar informasi tentang tempat yang kami singgahi. Kok bisa? Ya bisa dongs, karena dimana-mana kami selalu bertemu dengan rombongan turis Jerman yang tentunya dengan tour guide dongs ;) Pastinya tour guide tsb memberikan penjelasan dalam bahasa Jerman dan dengan suara yang cukup lantang (tidak spt tour guide untuk rombongan turis Jepang yang dilengkapi dengan mic dan headset wireless, sehingga tidak bisa dicontek oleh orang-orang spt kami, hihihi. Yaaaa sowieso bahasa Jepang saya sudah menghilang ditiup angin, jadi gak ngerti juga walaupun diucapkan secara lantang). Jadi beruntunglah kami, bisa menambah informasi secara gratis (hihihi, student gitu loh.. hobinya gratisan), sampai-sampai kami bersenandung "ich liebe Deutschland" setiap mendengar percakapan yang dilakukan dalam bahasa Jerman, bahkan setiap kami ingin menyeberang disaat lampu merah untuk pejalan kaki masih menyala (seperti beberapa oknum lain), kami selalu membatalkan dengan kata-kata "wir sind noch in Deutschland" (we are still in Germany). Dan adalah benar adanya bila dibilang bahwa orang Jerman penggemar travelling sejati karena mereka everywhere (sahabatnya si Tukang Dongeng pernah pergi ke salah satu tempat terpencil di Latin America, dan he found the deutsche there). Psssttt, tapi gak tau kenapa... saya selalu bahagia loh mendengar orang berbahasa Jerman outside Germany, bahkan saya bahagia sekali waktu mendarat di Düsseldorf.. really feel like home dan si Tukang Dongeng pun merasakan hal yang sama, even he said: "endlich, wir sind zu Hause, unsere zweite Heimat" (finally we are home, our second home). Keuntungan dari banyaknya turis Jerman di Barcelona kami dapatkan kembali waktu kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati karya-karya dari Picasso di Museo Picasso. Kami jadi bisa tau betapa jeniusnya Picasso dari keterangan yang diberikan si tour guide mengenai lukisan-lukisannya. Lucunya, para turis melirik kami berdua dengan pandangan i-now-that-you-understand-german, tapi mereka (even the guide) tidak memperlihatkan wajah tidak suka, mungkin inside their heart mereka kasihan melihat turis nekat spt kami (hihihi, gimana gak nekat, semua keterangan lukisan ditulis dalam bahasa Spanyol). Ya, FYI... orang Jerman senang banget bila ada orang asing yang bisa bahasa mereka, dan saya bisa melihat kalau senyuman mereka itu tanda bahagia karena kami mengerti bahasa Jerman (hihihi, ini mah murni pemikiran ge-er saya aja kok).  Pablo Ruiz Picasso yang memilih menggunakan family name ibunya sbg nama belakangnya itu (orang Spanyol dan Amerika Latin memakai kedua nama belakang dari orang tuanya) benar-benar telah membuat kami terkagum-kagum atas kejeniusannya. Dengan tiket masuk per orang 4€ (students by showing your student card) dan 6€ (umum), rasanya terlalu murah untuk bisa menikmati keindahan karya-karya beliau. Disini tersimpan semua karya dari Picasso, mulai dari sketsa sampai lukisan jadi, dari karya waktu beliau masih kecil sampai meninggal dunia, dari lukisan beraliran realisme sampai cubisme (including penjelasan visual bahwa karya beraliran cubisme Picasso adalah wujud dari karya beliau selama masih beraliran realisme). Benar-benar pengalaman yang sangat berharga bagi kami berada dalam museum yang merupakan gabungan 3 istana (Palau Berenguer d'Aguilar, Palau Castellet dan Palau Meca) tersebut.
Melihat karya Picasso diawal karirnya, saya seperti melihat potret nyata. Mereka mempunyai jiwa dan seakan bernyawa, membuat kita dapat melihat emosi yang tergambar disana. Dalam lukisan The First Communion, kami bisa melihat kesedihan dalam wajah ibunda Picasso yang tidak setuju atas pernikahan putrinya, plus dapat merasakan bahwa ayah Picasso adalah seorang lelaki yang keras. Picasso juga menggambarkan secara simbolis kekecewaan ibunda akan ayahnya lewat lukisan yang diberi nama Science and Charity. Really we were lucky bisa melihat hasil karya Picasso apalagi bisa dapat penjelasan gratisan dari tour guide rombongan turis Jerman. Uh! "ich liebe Deutschland".
 Oya ada salah satu ruangan dimana kita bisa melihat karya-karya nakal dari Picasso, yaitu sketsa-sketsa yang hanya boleh dinikmati oleh orang-orang dewasa (17th keatas, atau dibawah 17th tapi sudah menikah, hihihi... emangnya pemilu). Sayang sekali, kamera adalah barang terlarang dalam musium, sementara banyak keindahan disana yang patut diabadikan. Tapi yang jelas, semua keindahan yang kami lihat dalam museum tersebut tak akan pernah bisa kami lupakan, dan buat kami Museo Picasso adalah daftar tempat wajib kunjung di Barcelona.
--------- All photos are taken by me, except the two paintings (taken from www.museupicasso.bcn.es) and my photo in Parc Güell (taken by si Tukang Dongeng) - Keran air minum untuk umum di Parc Güell, dengan rasa kaporit. - Taman diatas pintu utama Parc Güell, sebelum saya.. ada turis Jerman yang photo disini. - Gerbang Museo Picasso yang terletak di jalan Carrer de Montcada. - The First Communion by Picasso. - Science and Charity by Picasso.
Photos lainnya bisa dilihat di: Barcelona: Tour #1 - Walking around The Old City Barcelona: Tour #2 - La Rambla Barcelona: Tour #3 - El EixampleBarcelona: Tour #4 - MontjuicBarcelona: Tour #5 - BeachBarcelona: Tour #6 - Dragon and CathedralBaca cerita lainnya: Barcelona: antara Gaudi, British Hooligans dan RonaldinhoBarcelona: giliran Catalans, Foods and CaféBarcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket
 Sebentar... sabar... sebelum masuk kedalam cerita sesuai dengan judul, saya mau norak dulu. Huaaaaaaaaa, MP baru lagi icon-icon untuk bikin jurnalnya. Udah.. gitu aja kok noraknya.. hehehe. 27 Maret - 31 Maret, alhamdulillah saya dan si Tukang Dongeng bisa jalan-jalan (beneran jalan sampai pegel-pegel) mengelilingi Barcelona. Alhamduillah, we really had fun there... hanya sedikit kecewa dengan fasilitas hotel yg tidak sesuai dengan janjinya di Internet. Yaaa.. seorang teman yang pernah tinggal di Spanyol bilang, hati-hati aja... hotel di Spanyol suka aneh... dan indeed aneh. Eniwe... keanehan tsb tidak mengganggu kok, karena sejak mendarat di Barcelona Airport, kami sudah disuguhi oleh banyak kelucuan (we rather like saying kelucuan than keanehan). Salah satunya adalah susahnya mencari kamar kecil aka WC di Airport kelas internasional spt Barcelona dan kekaguman kami bahwa tiket seharga 6,90€ bisa berlaku satu tahun, hihihi (yang ternyata hanyalah kesalahpahaman belaka).  Dengan modal buku kecil mengenai Barcelona, kami berhasil melakukan semua tour (tour 1 - tour 6) yang disarankan oleh penulisnya dalam waktu 4 hari (hari kelima kami pulang ke DE). Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan during our stay there, salah satunya adalah hanging out with British Hooligans (wah mereka benar-benar fans sepak bola yang eduan, nanti saya upload videonya deh). Ini adalah bonus tak terduga, karena dihari kedua kedatangan kami disana, kami mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2008 antara England vs Andorra di Estadi Olímpic de Montjuïc (Estadi Olímpic Lluís Companys). Walau seharusnya England bisa bermain lebih baik, tapi kami tidak merasa sia-sia membayar harga tiket masuk per-orang 50€ demi melihat Steven Gerrard (yang sumpah mainnya keren banget) dan tentunya Wayne Rooney. Masih tentang sepak bola (maklum saya pergi bersama orang yang kalau sehari gak baca berita tentang bola, bakalan gatal-gatal, hihihihi), mumpung ada di Barcelona, pastinya kami menyempatkan diri untuk pergi ke Camp Nou dan berharap that we'd have a chance to see latihannya FC Barcelona. Memang waktu kami kesana, mereka baru saja selesai latihan dan kami melihat sudah banyak orang yang menunggu dipintu keluar parkir basement. Pastinya kami ikutan nunggu dong, karena kapan lagi bisa melihat Ronaldinho dari dekat, apalagi beberapa orang sudah sibuk meneriakkan nama beliau dan semua kamera dalam posisi siap jepret. Sayangnya perjalanan kami masih panjang, jadi setelah menunggu 30 menit, kami memutuskan untuk berhenti menunggu. Alhamdulillah, kami sempat melihat Ludovic Giuly yang menyetir mobilnya sendiri. Beliau melambaikan tangan dan hilang dengan cepat, tidak memberikan kesempatan pada saya yang hanya bisa terpaku tanpa sempat membidikkan kamera. Ihiks... jadi gak ada deh photo Giuly diantara ratusan photo Barcelona saya (tapi tetap dong semangat, walaupun saya akan berniat mengirim surat protes ke Ronaldinho yang sudah membuat saya menunggu. Hihihihi, who do you think you are *Ronaldinho, mode*)  Barcelona menurut kami (dan juga pendapat banyak orang yang kami baca melalui internet atau buku-buku panduan) adalah kota yang sangat menarik dan layak menjadi tempat berlibur, terutama untuk mereka yang suka photography.. karena banyak sekali bangunan-bangunan cantik dan pemandangan indah yang bisa dijadikan objek bidikan kamera. Rasanya waktu 4 hari (dihari kelima kami kembali ke DE) dan 2 GB memory card tidak cukup untuk menyimpan semua keindahan yang ada disana. Walaupun pada dasarnya kota-kota di Eropa hampir serupa, tapi Barcelona punya sentuhan tersendiri,dari seorang Catalan Architect beraliran Modernisme (Art Nouveau) bernama Antoni Gaudi yang mempunyai ciri khas (yang kalau kata saya mah, bentukan dari gedung-gedung karyanya seperti badan tokek yang bertotol-totol). Hampir semua bangunan/gedung yang ada di post card yang dijual dibanyak kios souvenir di Barca adalah karya dari Gaudi tsb, sehingga seringkali kita dapatkan tulisan: Barcelona - Gaudi. Yup, saya setuju sekali dengan julukan tersebut, karena menurut saya dan si Tukang Dongeng-pun, Barcelona belongs to Gaudi. La Sagrada Familia (The Holy Family) adalah salah satu dari karya Gaudi yang membuat kami berdecak kagum. Terletak dipusat kota, La Sagrada Familia adalah karya dari Gaudi yang menghabiskan 15 tahun dalam hidupnya untuk pengerjaannya. Sampai sekarangpun, La Sagrada Familia masih under construction yang diharapkan akan selesai pada tahun 2026 bertepatan dengan peringatan 100 tahun meninggalnya Gaudi, jadi jangan heran... kalau dalam semua photo yang saya buat (atau bahkan di post card dan buku-buku panduan Barcelona), terdapat crane disana. Sayang, kami datang sudah malam ketempat ini, jadi kami kehilangan kesempatan untuk menikmati interior didalam bangunan karya Gaudi tsb. ----------- All photos are taken by me, except photo saya didepan Estadi Olímpic de Montjuic taken by si Tukang Dongeng. - Pemandangan kota Barcelona dari atas Parc Güell. - Saya, disamping pintu masuk Estadi Olímpic de Montjuic yang sedang renovasi. - Si Tukang Dongeng yang sedang menanti Ronaldinho keluar dari parkir basement. - Casa Batlló, karya Gaudi yang mengingatkan saya akan totolnya tokek. - La Sagrada Familia, yang kalau dilihat lama-lama serem euy. Photos lainnya ada di: Barcelona: Tour #1 - Walking around The Old CityBarcelona: Tour #2 - La RamblaBarcelona: Tour #3 - El EixampleBarcelona: Tour #4 - MontjuicBarcelona: Tour #5 - BeachBarcelona: Tour #6 - Dragon and CathedralBaca cerita lainnya: Barcelona: tentang Picasso, Air Minum dan Turis JermanBarcelona: giliran Catalans, Foods and CaféBarcelona: akhirnya Metro, Hotel dan Tiket
| |