
Buat yang benci sama Bush Jr, dijamin bakalan benci habis-habisan setelah nonton film yang berbentuk docudrama ini. Pernyataan Donald H. Rumsfeld bahwa yang mereka lakukan di
Camp X-Ray dan
Camp Delta di
Guantanamo Bay,
Cuba adalah manusiawi dan sesuai dengan
konvensi Geneva adalah omong kosong belaka, karena apa yang digambarkan difilm ini jauh dari kesan manusiawi.
Sutradara Inggris
Michael Winterbottom sukses mendapatkan gelar sutradara terbaik di Berlin Film Festival 2006 lewat film yang menggambarkan kisah
Tipton Three (3 sekawan warga
Tipton Birmingham, England) yang dipenjarakan dan mengalami penyiksaan di Guantanamo tanpa proses hukum yang jelas. Bagaimana mereka menjalani hari-hari disana dengan penyiksaan, pertanyaan yang berulang-ulang, penahanan dalam sel isolasi, pelecehan harga diri bahkan pelecehan agama dengan menendang kitab suci Al Qur'an dan pelarangan melakukan shalat.
Tripton Three yang terdiri dari
Ruhel Ahmed, Asif Iqbal, dan
Shafiq Rasul (plus Moner yang hilang dalam perjalanan dan keberadaannya sampai skg tidak diketahui) melakukan perjalanan dari Inggris ke Pakistan untuk menghadiri pernikahan Asif. Dikarenakan ingin mengetahui apa yang terjadi di Afghanistan, mereka memutuskan untuk menyeberang kesana dari Pakistan. Ternyata apa yang mereka dapatkan adalah sebuah pengalaman yang tidak pernah bisa mereka lupakan seumur hidup. Mereka ditangkap oleh kelompok aliansi utara dan dijebloskan kepenjara di Sheberghan sebelum akhirnya diserahkan kepada tentara Amerika yang membawa mereka ke mimpi buruk di Guantanamo.
Lanjutannya? Nonton sendiri aja deh, biar bisa merasakan apa yang kami (saya dan si Tukang Dongeng rasakan) about Amerika yang katanya penjunjung hak asasi manusia itu! Biar bisa melihat betapa paranoidnya Americans pada para tahanan yg nota bene tidak mungkin melakukan perlawanan. Bisa melihat kekotoran dalam dunia politik dengan pemaksaan orang-orang yg tak tidak berdaya untuk mengakui kesalahan yg tidak mereka buat.
Oya film ini terdiri dari potongan wawancara dengan Tripton Three dan drama yang menggambarkan perjalanan mereka sampai akhirnya ke Guantanamo tsb. Pengalaman yang akhirnya membuat mereka lebih dekat kepada Allah, Sang Khalik. Subhanallah, betapa indahnya melihat para tahanan perang melakukan shalat berjamaah bersama dalam sel masing-masing (walaupun hatipun teriris melihat seorang tahanan dipukuli sampai berdarah hanya karena dia menunaikan kewajibannya sebagai muslim, yaitu shalat).
Ini bener-bener film wajib tonton!
Poster from:
http://www.roadtoguantanamomovie.com