Sefa's posts with tag: curhat
Hari ini saya baru saja mendapat kabar bahwa Pak Gunawan, (jabatan terakhir yang saya tahu adalah Dekan FT UMJ) telah berpulang ke rahmatullah hari Jum'at, 20 Juni 2008 jam 14:00.
Almarhum yang juga merupakan dosen pembimbing tugas akhir S1 saya, punya tempat spesial dihati saya. Buat saya almarhum bukan sekedar dosen, tapi sudah seperti bapak. Perhatian almarhum selama saya kuliah, selama proses pembuatan tugas akhir, tidak akan pernah saya lupakan. Disaat mahasiswa lain sibuk mencari dosen pembimbingnya, almarhum malah sibuk mencari saya untuk menanyakan progres tugas akhir tsb. Sering saya menghilang karena malas, tapi beliau tidak pernah menyerah untuk membuat saya kembali mengerjakan tugas akhir tsb.
Pagi hari sebelum saya sidang skripsi, disaat saya nervous menghadapi hari penting dalam hidup saya, beliau membesarkan hati saya dengan berkata:
"Kalau saya bisa, kamu pasti bisa De*!"
Dan waktu itu saya sempat menyatakan bahwa saya bangga dengan perjuangan saya dalam mengerjakan tugas akhir. Alhmarhum bilang bahwa alhmarhum-pun bangga akan saya, yang awalnya malas akhirnya bisa menyelesaikan segala rintangan dengan baik.
Sebagai pembimbing utama, almarhum mendapat giliran terakhir untuk menguji saya disaat sidang. Saya tidak akan pernah lupa kata-kata beliau:
"Saya cuma punya satu pertanyaan. Apakah anda bangga dengan tugas akhir anda?"
Dan ini adalah satu-satunya pertanyaan yang membutuhkan waktu lama untuk saya jawab. Saya membutuhkan waktu untuk menelan rasa haru dan menghilangkan nada terharu dalam suara saya. (Waktu itu mata saya sudah berkaca-kaca dan saya nyaris menangis mendengar pertanyaan tsb)
"Ya saya bangga!".
Dan almarhum-pun tersenyum. Senyum yang tidak akan pernah saya lupakan.
Pak Gunawan, Terimakasih untuk semua ilmu yang telah Bapak berikan pada saya. Terimakasih untuk kepercayaan Bapak atas diri saya. Terimakasih untuk semua nasehat yang tak pernah bosan Bapak ucapkan. Terimakasih untuk semua senyuman hangat disaat saya mengeluh akan beratnya beban tugas akhir.
Selamat jalan Pak.. Semoga Allah SWT melapangkan kubur Bapak dan menempatkan Bapak ditempat yang terindah disana, amin.
Al Fatihah.
Bremen, 21.06.2008 Sabtu 11:58
Catatan: De* - almarhum memanggil saya Ade. Ade adalah panggilan saya selama kuliah.
 | Tepar | Jun 2, '08 9:54 AM for everyone |
 Nyaris 3 hari saya gak login MP, ceritanya mah sibuk berat sama acara nonton konser SLANK (yup, SLANK manggung di Hamburg... yayyyyyyyy) dan masak-masak utk selametan apartemen baru. Kamis 29.05.08Pagi-pagi udah jalan untuk ngobrolin research sama prof. Kirain teh sebentar, gak taunya ngabisin waktu 3 jam sajah :) Lanjut ke Bremerhaven buat beli oven mini (soalnya udah gak punya semangat lagi nungguin teknisi yg katanya mau dateng benerin oven), kebetulan udah nyari di Bremen gak ketemu yg saya pengenin. Rencana pengen motret di Bremerhaven dibatalin, secara dikereta pas mau ke Bremerhaven saya sempat ketiduran. Ini artinya saya capek banget, karena saya memang tidak bisa tidur dikendaraan bergerak kecuali capek banget. (Makanya kalo pulang ke Indonesia, saya pasti sengajain gak tidur biar dipesawat bisa tidur). Jum'at 30.05.08Bangun pagi-pagi, karena kami bakalan menghadiri jamuan makan siang dengan SLANK yg diadakan oleh KJRI Hamburg. Asiiikkkkkkk.. ketemu idola sama makan gratis, hihihihi. Jam 11 siang sampai 14:30, kami ada di KJRI. Dengerin SLANK nyanyi, foto-foto bareng, makan siang gratis dan sempet ngobrol sama Bimbim. No wonder ya penggemar SLANK atau SLANKERS itu banyak bener, soalnya mereka memang ramah dan down to earth. Padahal mereka capek banget setelah konser di London, tapi tetap sabar ngelayanin masyarakat Hamburg yg minta tanda tangan dan foto bareng.  Saya juga sempat ngobrol lama dg Bunda Iffet. Huaaaaaaaa.... seneng banget, berasa spt ngobrol sama Ibu sendiri. Bunda bener-bener full of love. A bless for the band. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan utk Bunda, shg cita-cita Bunda melihat SLANK goes international bisa segera tercapai. Amin. Jam 20:00-24:00 nonton konser SLANK dengan pembuka Sandhy Sondoro (suara Sandhy memang bener-bener keren abis). Cuaca Hamburg yg panas plus Club tempat SLANK manggung yg cukup dan sesak diisi 300 orang penonton (plus plus pengunjung Club tsb yg tidak terhitung), membuat saya mandi keringat, sampai-sampai saya bisa memeras t-shirt saya loh karena basah kuyup. Para personil SLANK-pun manggung tanpa baju (kecual Ivan), dan Kaka sukses mandi keringat. Konsernya sendiri benar-benar fantastic. Tidak akan pernah bisa saya lupakan deh. Nonton SLANK di Jerman, what an experience! Gak kebeli dengan harga tiket yg 15€, apalagi saya dapat 2 air minum mineral botolan dari Kaka dan stik drum dari Bimbim (ihiks, cuma satu sih.. yg satunya lagi diambil orang). Alhamdulillah. Cerita konser SLANK dan foto-fotonya yg berjumlah 343 itu bakalan saya upload nantinya. Saya masih tepar. Sabtu 31.05.08Tidur jam 3 pagi dirumah baru teman saya hanya beralas kasur tipis. Alhamdulillah, daripada cowok-cowok yg tidur tanpa alas. Maklum deh wong pindahan rumahnya baru tgl 5 Juni 2008 nanti. Bangun jam 5:30 langsung pulang ke Bremen. Sampe Bremen jam 8:30, saya dan si Tukang Dongeng langsung belanja. Ihiks, ternyata masih pada tutup. Jam 14:00 belanja diteruskan dan sempet istirahat sebentar (saya cuma bisa tidur 2 jam). Mulai jam 6 sampai 23:30 nongkrong didapur ngungkep tahu, motong 10kg ayam, bikin sambel dan ngerebus telor sebelum akhirnya saya tepar dan membiarkan si Tukang Dongeng beres-beres rumah sendirian. Minggu 01.06.08Bangun jam 6 pagi. Bikin bumbu utk ayam goreng dan mulai ngungkep ayam. 10kg itu banyak banget yak, hihihihihi. Numis 3 kg beras utk bikin nasi uduk. Bikin telor balado dan bantuin si Tukang Dongeng yg kebagian goreng. Beresin kamar dan ngepel dapur. Bikin nasi kuning pake kaldu bekas ungkep, soalnya ada temen yg datangnya duluan... takut kelaparan nungguin nasi uduknya. Bikin es buah dan sirop gulanya. Jam 15:00 sempet istirahat 1 jam (yg dipake telponan sama Nana) dan mulai masak nasi uduk. Ihiks, nasinya gak mateng! Akhirnya masak ala orang Arab, alhamdulillah matang. Jam 17:45 mulai makan. Alhamdulillah tamunya makan dengan lahap. Jam 22:30 tamunya pada pulang. Kami berdua yg kecapean baru bisa tidur jam 24:00. Saking capeknya saya sampai lupa motretin makanannya :)) Senin 02.06.08Badan pegel-pegel. Seharian cuma tidur, makan, internetan, tidur lagi dan baru skg melek :)) Jadi gitu deh acara wiken saya. Capek tapi menyenangkan. Masak 10kg ayam? Gak lagi-lagi deh, hihihihihihi.
|  | I've felt irritating during these weeks, so I tried to comfort myself by capturing this chili paste.
O my... still need extra energy to reunite my mood. But I know, I'll accomplish it soon, very soon.
I took these pictures in my bedroom. I used my Risiko game board (a game about strategy) on the floor, then started to do free style to get the best angle. I used it because eating this chili is risky (you'll have your lips double in size, mouth and eyes watery, spend more time in toilet).
Since I used natural light from the cloudy Bremerhaven sky, so I increased the ISO to 200.
I don't know why, but these days I have problem in seeing through my viewfinder and missing the focus. I think I have to check my eyesight (I am minus half and quarter), maybe I need new glasses. Oooohhhh... actually I need new Oakley sun glasses that I saw in Stuttgart :))
Feedback are welcome. Thanks!
Please click picture for detail. And click this link for the recipe: Sambel Ibu Dongeng
Photos taken by: Sefa Firdaus Camera: Canon EOS 400D Lens: EF 50mm f/1.8 Shooting Mode: Manual Exposure Metering Mode: Evaluate Metering Shooting Date: 27.02.2008 Editing: Picasa - ZoomBrowser EX |
Waduh... aneh-aneh, kok mendadak album saya yang metering foto pertamanya kok beda ya? Tapi kalo fotonya diklik... yang muncul ya foto yang saya posting. Aneh! Harusnya foto-foto dialbum tsb adalah: (Matrix) Evaluate Metering Partial Metering Center-Weighted Average Metering Lah kok tiba-tiba ada foto lain sih? Aneh aneh aneh :)) Updated: Udah bener lagi ternyata... hihihi, MP gitu loh :D
Berhubung banyak yang nanya metering itu apa sih (padahal udah dikasih linknya, cuma males baca *remind me of myself*), ya udah... saya kutipin dari Wikipedia dan DPreview aja ya ;) Metering: In photography, the metering mode refers to the way in which a camera determines the correct exposure. Matrix or Evaluative Metering This is probably the most complex metering mode, offering the best exposure in most circumstances. Essentially, the scene is split up into a matrix of metering zones which are evaluated individually. The overall exposure is based on an algorithm specific to that camera, the details of which are closely guarded by the manufacturer. Often they are based on comparing the measurements to the exposure of typical scenes. Center-weighted Average Metering Probably the most common metering method implemented in nearly every digital camera and the default for those digital cameras which don't offer metering mode selection. This method averages the exposure of the entire frame but gives extra weight to the center and is ideal for portraits. Spot (Partial) Metering Spot metering allows you to meter the subject in the center of the frame (or on some cameras at the selected AF point). Only a small area of the whole frame is metered and the exposure of the rest of the frame is ignored. This type of metering is useful for brightly backlit, macro, and moon shots. Ayooo dibaca, jangan malas *nulisnya sambil ngaca*Semoga berguna... dan belajar motret sama-sama yuuukkkkkkkkk ;)
cari apartemen di Bremen :((  Tiap hari pergi ke Bremen untuk melihat apartemen yang ditawarkan. Tiap hari mata pegel ngeliatin iklan apartemen. Tiap hari tidur diatas jam 3 pagi karena mikirin belum ada apartemen. Setelah agent rumah yg udah janji mau bikinin kontrak tiba-tiba menaikkan harga sewa seenak-enaknya :( *sabar... insha Allah buahnya manis, amin* Itulah alasannya kenapa saya kalo online di MP cuma sebentar... atau kalaupun online gak ada tanda-tanda kehidupan (artinya lupa log-out waktu pergi). Mohon maaf ya kalau jarang berkunjung. Picture courtessy of: www.warwicksu.com
 Saya lagi sebel banget sama Deutsche Post yang menyebabkan 1 botol kecap Bango untuk si Tukang Dongeng pecah dengan pecahan seperti bubur yang menyebabkan jari si Tukang Dongeng terluka. Arrrrgggghhhhhhhhhhh, menurut si Tukang Dongeng, kalau melihat dari pecahannya.. sepertinya sih itu kardus dibanting dengan sukses entah oleh siapa. Kecap Bangonya pecah aja udah bikin kesel (tau dong, kecap Bango disini harganya mahal aja), eh pake acara melukai si Tukang Dongeng lagi. Deutsche Post memang akhir-akhir ini sangat menyebalkan! Entah kenapa, belakangan ini saya bermasalah dengan Deutsche Post, dari mulai paket-paket saya yang dikasih ke-tetangga di gedung satu (asrama tempat saya tinggal ini ada dua gedung, saya tinggal di gedung 2), paket yang ditelantarkan begitu saja diatas kotak pos (alhamdulillah gak ada yang ngambil) dan surat pemberitahuan bahwa saya dapat paket yang bukannya ditaruh dikotak pos (kalau paketnya datang dan saya gak ditempat, pasti dapat surat pemberitahuan), malah dikirim via pos yang menyebabkan pengambilan paket terlambat karena terpotong wiken. Kasus rekening yang tidak sampai sehingga saya harus membayar denda plus surat dari bank yang dikembalikan dengan alasan alamat saya tidak dikenal yang mengakibatkan saya tidak bisa bertransaksi online. Mo marah gak sihhhh :-)) Belum cukup hal tersebut bikin hati kesal, sekarang ketambahan dengan lukanya si Tukang Dongeng akibat botol kecap Bango yang pecah. Huh! Padahal saya sudah menuliskan HATI-HATI dengan spidol dikardus paket saya tersebut, eh tetap juga dibanting. Deutsche Post mengecewakan!  Yang namanya kesel pasti ada senangnya juga. Alhamdulillah Sandhy masuk kebabak Lima Besar SSDSDSSWEMUGABRTLAD. Kali ini Sandhy kembali bawain lagu ciptaan sendiri (lagu You and I juga ciptaan dia loh) dengan judul Till The End of The Rainbow. Lagunya balada gitu, dan Sandhy bawainnya sambil main gitar. Keren-lah pokoknya bikin bangga orang Indo yang tinggal di Jerman deh ;-) Insha Allah nanti kalo video klipnya Sandhy yg Till The End of The Rainbow ada, bakalan saya upload. Waktu nonton semalem, saya sambil ngobrol sama si Tukang Dongeng ditelpon. Seperti biasa dia lagi nonton bola, walaupun dia mah ngomongnya gini sama saya: Kamu lagi apa Aben?Lagi nonton film di Sat Eins.Film apa? Aku mau liat ah.Film Bayern München lawan Sporting Braga.Wakakakakaka. Dasar!Tapi demi istrinya, dia mau juga nonton Sandhy nyanyi dan kirim sms. Harus toh, daripada dicerewetin sama saya yang defaultnya memang cerewet ini :-D Berhubung sekarang ini ritme biologis saya teratur banget, habis nonton Sandhy nyanyi dan tentunya kirim sms dari dua nomor handphone yang saya punya, saya pun tertidur setelah peserta dari Swiss selesai nyanyi. Saya kebangun waktu acaranya sudah ganti dong, keren kan. Alhamdulillah bisa liat video pengumuman hasilnya di TV Total, jadi saya bisa kasih tau kalau Sandhy masuk 5 besar (bahkan namanya yang disebut pertama kali). Sudah beberapa bulan ini hidup saya memang teratur banget. Jam 11 malam saya pasti sudah tidur (kecuali kalo lagi ada kerjaan atau mendadak gak bisa tidur) dan jam 5:30 saya pasti kebangun karena kandung kemih saya penuh dan desakan untuk segera mengosongkan isi perut. Alhamdulillah saya senang banget, karena dengan begitu saya jadi gak ketinggalan shalat subuh yang waktunya jam 6 lewat (hari ini 6:10). Dan setelah itu, saya bakalan melek terus sampai jam 10 malam. Tiap siang sih berasa ngantuk, tapi gak bisa tidur walaupun udah rebahan dan berlindung dalam kehangatan selimut, padahal biasanya saya bisa loh tidur siang.. kok sekarang susah ya? Rutinitas pagi hari yang lain adalah menelpon si Tukang Dongeng just to make sure kalo dia sudah bangun, maklum deh... walaupun sekarang jarak kantor tempat dia internship cuma 8 menit jalan kaki, diakan harus menyiapkan sarapan sendiri jadi pastinya butuh waktu lebih lama (ahhh sedihnya). Oya sebelum lupa, Bayern München menang 1-0 seri 1-1 lawan Braga dipertandingan UEFA Cup kemarin. Yang jadi pahlawan Bayern München adalah Klose. Gambar Kecap Bango dari Toko Indonesia - Hamburg.

Akhirnya resep saya ada yang nyuri juga :) Ceritanya malam ini iseng ngecek Blog-Indonesia, pengen tau aja perkembangan dua blog yang saya daftarkan disana bagaimana (setelah sekian lama gak pernah ditengokin). Olala... pas saya klik kategori kitchen, eh ada resep sambel kemiri dari cuek[dot]wordpress[dot]com. Saya baca dong, siapa tau bisa menambah alternatif bikin sambel kemiri. Eh kok ya pas saya baca, saya kenal banget gaya penulisannya, iseng saya cek resep sambel kemiri yg pernah saya posting. Hahaha... pantesan aja saya kenal, lah wong itu memang resep saya kok :)) Resep itu juga saya dapat dari buku kok, tapi saya mencantumkan sumber aslinya dari mana. Bukan, bukan berarti orang gak boleh copy paste resep yang sudah saya tulis, tapi mbok ya minta ijin dulu gitu. At least menghargai hasil jerih payah saya mengetik 10 jari dengan mencantumkan sumber aslinya :( Saya selama ini juga sering banget dapat resep dari internet, tapi saya selalu mengetik ulang kembali resep tersebut dan menulisnya dengan gaya saya. Kenapa? karena saya menghargai jerih payah orang-orang yang sudah berbaik hati membagi resepnya didunia maya. Ah, ah... orang ini memang udah sering banget kasus nyolong resep dan foto teman-teman yang saya kenal. Kok gak kapok sih? Apa salahnya minta ijin, apalagi dengan minta ijin kita jadi bisa nambah teman baru. Ahhhh, apa gak tau ya.. cari teman itu susah dan cari musuh gampang banget? Semoga kamu sadar deh, jangan cuek terus =)) Langsung aja saya abadikan halaman resep contekan tsb, kenang-kenangan siapa tau didelete yang punya blog :)) Klik foto diatas untuk lebih jelasnya. Ah ternyata saya gak sendirian.. resep-resepnya Sulis juga dengan semena-mena dicopy paste :( Updated:Ternyata si Cuek ini meng-copy paste resep sambel kemiri saya dua kali, tgl 17 September 2007 dan tanggal 24 Oktober 2007 (yang sudah dihapus). Si Cuek ini punya account loh di Multiply dan memang, satu hari sebelum dia posting sambel kemiri saya (24 Oktober 2007) dia mampir untuk melihat sambal kemiri. Ternyata dia memang suka ngintip resep-resep saya. Pengen kenalan sama Cuek atau menjadikannya kontak? Ini nih id-nya di MP: http://acuh.multiply.com/
 Bukan... saya bukan mau ninggalin seseorang bernama Yuké (e taling bukan e pepet), tapi saya sedang mengucapkan selamat tinggal pada UK (yuké) yang sedianya akan saya kunjungi selama 2 minggu dibulan Agustus nanti. Ya beginilah nasib pengguna passport hijau *grin* Liburan ke UK (England, Wales, Scotland, North Ireland) sudah saya rencanakan sejak bulan April 2007. Kasak-kusuk dengan teman-teman yang tinggal di UK-pun sudah saya jalani untuk menambah informasi sekalian janjian ketemuan plus numpang nginep *menghematpunktde*. Begitu mendapat persetujuan dari teman-teman, saya pun memberanikan diri untuk membeli tiket pesawat. Ya maklumlah, tiket pesawat murah harus dibooking jauh-jauh hari, kalau gak ya gak dapet. Alhamdulillah dapatlah tiket pesawat ke UK dari German Wings, dengan rute: Hamburg (HAM) - London Gatwick (LGW) seharga (total) 63 Euro untuk tgl 10 Agustus - 24 Agustus 2007 dan langsung dibayar hari itu juga. Berhubung visa Jerman saya bakalan habis dibulan Agustus 2007, sementara persyaratan utk ke UK adalah masa berlaku visa Jerman yg lebih dari 6 bulan, saya memutuskan untuk memajukan perpanjangan visa Jerman saya bulan Juli dan sekaligus mengirimkan dokumen online ke UK embassy di Düsseldorf. Tgl 13 Juli 2007 kemarin, sayapun berangkat ke Imigrasi Bremerhaven utk perpanjang visa dg tak lupa membawa bukti perjalanan saya ke UK, biar mereka bisa mempercepat jadinya visa. FYI, untuk negara seperti Indonesia, dibutuhkan waktu minimal 1 bulan untuk proses visa karena dilakukan pengecekan apakah kita terlibat organisasi-organisasi teroris dunia, hayyyaaaaa... kasian yah nasib passport hijau. FYI lagi, perpanjangan visa tidak boleh dilakukan sebelum habis masanya (jangka waktu 1 bulan masih boleh, lebih dari situ gak boleh jadi itulah kenapa saya perpanjangnya bulan Juli, bukan bulan Juni *siapa tau ada yg nanya*). Ihiks, dokumen perjalanan tidak punya kekuatan apa-apa, visa saya tetap harus diproses selama 1 bulan lamanya, ihik-ihiks (whodoyouthinkyouare *kata petugas imigrasi*). Visa saya akan selesai tanggal 13 Agustus 2007, tapi saya disarankan untuk datang tgl 8 Agustusnya, karena ada kemungkinan visa sudah jadi ditanggal tsb. Ahhhhh... kalopun tgl 8 Agustus jadi visanya, saya cuma punya waktu 1 hari untuk mengurus prosedur terakhir visa UK di Düsseldorf (selebihnya via online), sementara penerbangan saya dari Hamburg dan pada pagi hari. Aaarrrggghhhhhhhhhhh, mepet banget! Selama ini saya selalu menelpon ke Konsulat UK di Düssie, dan selama itu pula saya selalu dilayani oleh petugas wanita berbahasa Inggris dengan logat Spanyol, dan beliau selalu menjawab pertanyaan saya dengan ramah. Tgl 13 Juli kemarin sptnya bukan hari keberuntungan saya, waktu saya menelpon untuk menanyakan kemungkinan apply visa UK satu hari sebelum keberangkatan, yang menerima adalah wanita Spanyol yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan sayapun dihubungkan dengan rekannya. Petugas yang mendengar cerita saya adalah seorang laki-laki dengan logat British yang kental, dan waktu saya meminta dia menjawab pertanyaan, dia bilang begini: Oke, saya akan menjawab pertanyaan anda, tapi sebelumnya tolong sebutkan nomor kartu kredit anda, karena untuk menjawab pertanyaan.. anda kami charge sebesar US$ 14 (empat belas dollar amerika sajah). Waks!!!!! Matre amat sih, hihihihihi. Memang sih, untuk urusan visa UK skg ditangani oleh swasta, dan bila ada pertanyaan by phone, harus dicharge sebesar US$ 14. Selama ini si Mbak Spanyol itu baik hati, dia gak pernah mencharge saya *makasih ya Mbak*, soalnya kalo gak.. udah berapa kali 14 dollar tuh yang harus saya bayar.  Si Tukang Dongeng yg bakalan pulang kampung (saya belum bisa ikut, makanya kabur ke UK) menyarankan saya utk memundurkan seminggu perjalanan (karena dia tau, saya pengen banget ke UK). Saya coba mengubah jadwal penerbangan secara online, dan hasilnya... tiket perjalanan saya menjadi 2 kali lipat lebih mahal, karena saya harus membayar selisih harga tiket (secara udah mepet gini yang murah udah habis) plus biaya ganti tanggal sebesar 50 Euro!!! Ihiks, budget saya langsung jadi 2 kali lipat dari semula, karena artinya transportasi dan akomodasi saya selama di UK saya booking in last minute yang artinya mahal hal hal. Gak usah booking last minute aja semuanya di UK udah mahal (secara 1 GBP = 1,5 Euro), apalagi mepet-mepet. Alhamdulillah saya baru booking hotel di Edinburgh, Cardiff dan Belfast, tapi belum saya bayar (kalo gak, kebayang deh ruginya tambah banyak). Akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan perjalanan ke UK dan harus merelakan kehilangan 63 € (uang tiket), alhamdulillah saya belum bayar visa UK sebesar 98 € karena berkas saya masih kurang (tinggal visa Jerman dokumen yg belum ada). So sekarang saya mau dadah-dadah sayonara bai bai ke: - MP'ers UK (ihiks-ihiks, padahal udah banyak rencana nih) - Adiknya si Tukang Dongeng (yang bakalan ke UK juga) - Liverpool (padahal pengen banget ke stadion bolanya) - HRC (London, Nottingham, Manchester, Edinburgh, Cardiff) - Belfast (North Ireland) - Glasgow (Scotland) - Itinerary (yg sudah dlm bentuk PDF file) Selama visa Jerman saya masih dalam proses, saya gak punya passport, cuma punya selembar kertas visa sementara dan hanya berlaku di Bundesland Bremen. Ihiks, ke Toko Indonesia di Hamburg aja saya gak bisa, apalagi mau keluar Jerman *sigh* Nasib nasib... passport hijau memang te o be deh ;;) Bai bai Yuké..halo halo Scandinavia :))
Image dari Google.De: - Passport Indonesia dari Wikipedia dengan kata kunci "Indonesian passport" - Peta UK dari www.hmrc.gov.uk, dengan kata kunci: "UK"
 Tiap saya baca infotainment yang ada disalah satu situs tv swasta Indonesia, saya kok sering berasa bodoh sih. Berita-berita tentang selebrities Indonesia yang kebanyakan sudah tidak saya kenal lagi sering seperti melecehkan tingkat kecerdasan pembacanya (itu kalo mereka baca dari internet kayak saya) atau penontonnya (itu kalau mereka melihat langsung dari tv swasta bersangkutan) bahkan wartawannya sekalipun. Ya ya.. ini murni kesalahan saya kok, udah tau kalo baca infotainment jadi berasa bodoh, kok ya tetap juga dibaca, seminggu sekali malah. Ahhh *tarik nafas* mau gimana lagi, walaupun berasa dibodohi oleh para seleb tsb, tapi saya butuh juga untuk tahu berita terkini didunia para artis Indonesia (baca: haus gosip). Berasa bodoh gak sih kalo sepasang kekasih hasil cinta lokasi Piala Dunia 2006 secara tiba-tiba memutuskan untuk menikah dengan alasan bahwa kalau sudah merasa siap dan cocok, kenapa harus ditunda. Pasangan tersebut secara terbuka menampik tuduhan telah terjadi pembuahan sebelum pernikahan, namun mereka menambahkan embel-embel embel-embel ingin segera punya momongan atau tidak menunda kehamilan. Then.. taraaaaaa 6 bulan kemudian, lahirlah seorang bayi yang sehat dan normal layaknya bayi cukup umur. Saya jadi bertanya-tanya, apakah saya sempat tertidur waktu pelajaran Biologi tentang reproduksi manusia dulu, rasanya tidak mungkin. Entahlah. Ada lagi pasangan yang laki-lakinya penyanyi pencipta lagu sementara istrinya adalah photo model yang juga artis sinetron (atau artis sinetron yang photo model yah, entahlah) yang baru menikah 8 bulan (atau 7 bulan, lupa) kemudian punya momongan. Loh, bisa aja dong bayinya lahir diusia 7 bulan atau 8 bulan, siapa tau terjadi sesuatu yang membahayakan untuk si ibu atau si bayi shg dilakukan operasi untuk menyelamatkan mereka berdua. Betul banget, tapi kalau bayi yang dilahirkan cesar disaat belum cukup umur dengan alasan: "Dokter yg menangani istri saya akan keluar negeri untuk jangka waktu yang lama, jadi kami memutuskan untuk melakukan operasi sekarang, karena kami mau dokter tsb yang membantu proses persalinan istri saya" Aber haloooooooo... segitunyakah kepengen ditangani si dokter sampai tidak memperdulikan bahwa si bayi belum cukup umur untuk dilahirkan. Besides, memang gak ada lagi ya dokter hebat di Indonesia? Tersinggung gak sih :)) Dan yang paling bikin saya merasa bodoh adalah tampikan dari seorang artis penyanyi akan tuduhan kedekatannya dengan seorang pengusaha kaya (sampai-sampai mengimingi 1M IDR bila mereka bisa membuktikan tuduhan tsb) putra bekas orang nomor satu di Indonesia. Tak lama kemudian beliau melahirkan anak yang nama belakangnya adalah nama si pengusaha kaya tsb. Hmmm, kalau saya jadi wartawan tsb.. bakalan saya tagih itu uang yang 1M IDR dan kalau saya jadi si artis, saya bakalan meni pedi, creambath, luluran sama ganti warna rambut :)) Tapi walaupun berasa bodoh, saya pasti bakalan balik lagi kesitus tersebut. Ya... itung-itung brainless things to do when I'm bored. Bener-bener gak penting! Gambar seperti biasa cari di Googlepunktde: - Baka dari http://www5.big.or.jp dengan kata kunci "baka". - Bored Stupid dari http://www.summersdale.com/ dengan kata kunci "stupid".
Seperti yang saya tulis disini, dari tgl 25-28 Mei 2007, kami (si Tukang Dongeng dan saya) bersama teman-teman di Bremerhaven mengadakan reuni di Amsterdam. Disana kami menginap di camping area Vliegenbos yang terletak di Utara Amsterdam. Rombongan yang pergi ke Amsterdam dari Bremerhaven dibagi menjadi dua. Rombongan pertama berangkat jam 1 siang, sementara rombongan kedua (rombongan saya dan si Tukang Dongeng) berangkat jam 6 sore. Waktu rombongan kami sampai disana, rombongan pertama ternyata sedang berada dikota menemui teman kami yang asal Chile (alasan kami melakukan reuni ini). Jadilah kamipun menyusul kesana dan menghabiskan waktu untuk menikmati kehidupan malam dikota Amsterdam. Pada saat kami kembali ketempat camping, kami ditegur dengan tidak ramah oleh sang penjaga malam, tapi tidak menimbulkan masalah yang berarti karena rombongan pertama telah membayar seluruh administrasi yang dibutuhkan oleh rombongan kedua. Malam pertama tersebut kami terganggu oleh suara percakapan dari rombongan lain yang mengobrol sampai pagi. Huh! Apa tugas penjaga malam kalau begitu? Malam kedua 26.05.07 kami pulang ke camping sekitar jam 2:30 pagi dalam keadaan hujan yang lumayan deras. Begitu sampai ditenda, kami mendapatkan tenda yang kemasukan air yang berasal dari pintu. Kami (saya dan si Tukang Dongeng) tetap berusaha untuk tidur, tapi ternyata tenda (pinjaman) tersebut tidak tahan akan hujan deras, karena apabila badan kami menyentuh dinding tenda, airpun masuk lewat dinding tsb. Dikarenakan kami tidak ingin terbangun dalam kubangan air, kamipun memutuskan untuk menyewa kabin (walaupun kami tahu kemungkinan masih ada kabin yang kosong adalah kecil, tapi kami tetap berusaha). Kamipun berjalan menuju receptionis dimana para penjaga malam berada. Kabin fully booked, kata sang penjaga malam. Tapi anda bisa membeli tenda baru, katanya lagi. Huh! Tenda baru artinya kami harus membangun tenda tengah malam dan dibawah guyuran hujan yang cukup deras. Kamipun menolak opsi ini dan bertanya apakah ada hostel terdekat dari tempat camping tsb. Ada, kira-kira 5-10 menit jalan kaki, jawab mereka. Lalu kamipun memutuskan untuk mengambil tas berisi pakaian (karena kami sudah basah kuyup karena hujan) dan mengabarkan kepada teman yang lain bahwa kami akan pindah ke hostel. Singkat cerita, kamipun kembali ke resepsionis untuk menanyakan lebih jelas tentang hostel yang mereka rekomendasikan. Namun belum lagi kami bicara apa-apa, si penjaga malam tsb telah terlebih berkata: Saya yakin tidak ada kamar kosong di hostel tsb, karena saat ini adalah long weekend, banyak turis yang datang kesini.
Wah wah... apa ini, kok mereka (saat itu ada 2 penjaga malam laki-laki dan satu orang wanita) langsung menurunkan semangat kami dengan berkata spt itu. Aneh, pikir saya. Ya sudah, saya berusaha menelpon Diena yang kebetulan tinggal di Amsterdam, tapi sudah saya telpon sebanyak 3 kali, Diena tidak menjawab telpon. Ya pastilah, saat itu sudah jam 3 pagi, Diena pasti sudah tidur. Lalu sayapun meminta tolong pada si penjaga malam untuk memanggilkan taksi dan akan berusaha untuk mencari hotel dipusat kota, karena pada waktu siang hari kami disana, saya melihat banyak sekali terdapat hotel dan ada beberapa yang memasang tanda bahwa mereka masih punya kamar kosong. Penjaga tsb pun mencoba menelpon taksi. Anehnya, Amsterdam yang jelas-jelas adalah kota besar (ibukota negara gituloh) ternyata hanya punya satu sentral taksi yang terletak dipusat kota, dan pemesanan dilakukan dengan menelpon satu nomor sentral dan saat itu hanya nada sibuk yang mereka dapat dan mereka berhenti menelpon. Oya, FYI kami berkomunikasi dengan para penjaga malam tsb lewat jendela, yang selalu mereka tutup apabila sudah selesai menjawab pertanyaan kami. Saya dan si Tukang Dongeng pun berbicara merundingkan langkah apa yang harus kami lakukan, tentu saja kami berbicara dengan suara yang normal karena kami tidak mau mengganggu orang-orang yang sudah terlelap (lagian manalah mereka mendengar suara kami, wong suara hujan sudah cukup keras). Tiba-tiba si penjaga malam membuka jendelanya dan meminta kami untuk segera pergi dari tempat tersebut karena boss mereka sedang tidur. Aha! Sangat tidak simpatik. Kami tidak menggubris teguran tsb karena saat itu hujan deras, kamipun sudah basah oleh air hujan dan tempat tsb sangat dekat dengan pintu keluar. Lagi-lagi si penjaga membuka jendela dan mengusir kami. Kami minta mereka mengijinkan kami sebentar berdiskusi, tapi mereka tidak mengijinkan dan memaksa kami untuk segera pergi dari tempat tsb. Saya yang sebal diusir terus-menerus akhirnya berbicara dengan nada cukup keras kepada mereka. Saya bilang: Jangan hanya bisa mengusir, tolong kasih kami solusi.
Meledaklah amarah penjaga malam yang sedang duduk didepan televisi. Mereka bilang mereka sudah memberi solusi untuk membeli tenda dan menelpon sentral taksi, tapi line-nya sedang sibuk. Ah, mereka hanya berusaha 2 kali menelpon (satu kali mereka kasih telponnya ke Tukang Dongeng untuk menyakinkan bahwa telpon sentral taksi tidak bisa dihubungi). Sayapun berkata: At least kalian mengijinkan kami masuk sambil menunggu taksi. Kami basah dan kedinginan.
Mengijinkan kalian masuk? Apa kalian sudah gila, kata si penjaga yang menonton tv. Iya, mengijinkan kami masuk sampai kami dapat taksi. Apa kalian tidak punya perasaan, kata saya. Dan murkalah sang penjaga yang asik nonton tv tsb. Dia maju kedepan jendela dan mengusir kami dari sana. Si Tukang Dongeng yang super duper sabar pun berbicara dengan baik pada penjaga malam tsb untuk mengerti keadaan kami dan berkata dengan baik. Penjaga malam tsb malah berkata dengan arogannya: Saya ini sudah berbicara dengan baik. Apa kamu mau melihat wajah marah saya, katanya.Pergi kalian, pergi dari sini, sebelum saya usir dari kamping ini.Si Tukang Dongeng pun meminta penjaga tsb kembali ketempat duduknya dan apabila dia kembali ketempat duduknya (karena awalnya dia sedang asik nonton tv dan kami berbicara dengan penjaga yang lain), kamipun akan pergi dari situ. Meledaklah penjaga malam tsb, dia keluar dari ruangan dan mendorong si Tukang Dongeng sampai keluar dari teras resepsionis shg kehujanan. Lalu dia berbicara dalam bahasa Belanda (yg pastinya adalah kata-kata kasar) dan lalu memberikan jari telunjuknya (fuck finger). Marahlah kami, si Tukang Dongeng membalas dengan kata yang sama (dg arti jari telunjuk tsb) hanya dalam bahasa Arab, dan saya pun meneriakkan kata yang sama dalam bahasa Indonesia.  Si Tukang Dongeng yang takut kesabarannya habis, menarik tangan saya yang sudah siap untuk membalas tindakan penjaga malam tsb. Ya, kami bukan orang Eropa apalagi orang Belanda yang mengerti hukum yang berlaku disana, makanya kami memutuskan untuk kembali dan berbicara dengan kawan yang lain. 2 Orang teman kami marah besar mendengar cerita kami, dan memutuskan untuk berbicara dg penjaga tsb. (Oya, waktu kami kembali ke tenda, penjaga yang menawarkan tenda datang kepada kami dan mengancam akan mengusir kami dari tempat camping kalau kami kembali lagi ke resepsionis). Dan apa yang dikatakan si penjaga tsb pada 2 orang teman kami: 1. Dia mengusir kami karena saya berbicara dengan suara keras ditelpon.2. Mereka takut Boss mereka bangun dan akan marah besar pada mereka karena tidak bisa menghandle kami.3. Saya berkata keras pada mereka.Hmmm, aneh karena: 1. Telpon saya tidak diangkat oleh Diena, bagaimanapun mungkin saya bisa berbicara keras?2. Mereka egois, karena takut kena marah atasan, mereka mengusir kami.3. Apakah karena saya berkata keras mereka boleh mendorong si Tukang Dongeng? Toh mereka sudah membalas dengan kata-kata yang lebih tidak sopan dengan menyebut saya gila.Jujur, saya sakit hati dengan tindakan penjaga malam tsb dan memikirkan untuk membawa masalah ini ke polisi, tapi saya tidak tahu hukum yang berlaku di Belanda. Jadi saya minta tolong pada teman-teman yang mengerti hukum di Belanda untuk memberikan pencerahan. Hal ini benar-benar menyakitkan, karena 5 tahun kami tinggal di Jerman, belum pernah kami mendapatkan perlakuaan yang merendahkan spt ini. Buat teman-teman yang lain, saya minta tolong untuk menyebarkan cerita ini pada semua orang, agar berhati-hati apabila memilih Vliegenbos sebagai tempat camping. Oya, ada satu review dari tripadvisor: Absolutely horrible and arrogant owner and all the staff. We were kicked out because we were late with coming in. We came at 22.30 and we weren’t allowed to come in (Allowed is only until 21.00) . We were rudely kicked out with physical power and swearing. When we wanted money back, he just laughed.I warn everyone who wants stay there.
Gambar dari: Googlepunktde dengan kata kunci: "fuck finger".
Benar, pertanyaan tsb echoing terus in my head, gak habis pikir... kenapa sih tanah air saya tercinta tak putus-putus ditimpa musibah. Baru kemarin saya menangis (kembali) dengan berita gempa bumi di kampung halaman tercinta, Sumatera Barat... dan hari ini saya harus menambah kekuatan tangisan tersebut dengan bencana terbakarnya pesawat Garuda di Jogja :((  Saya saat ini tinggal jauh dari tanah air, jadi saya tidak tahu persis apa yang terjadi disana. TV, internet dan percakapan dengan keluarga, sahabats dan teman-teman adalah sumber berita saya akan tanah air. Apa yang saya dapatkan dari semua itu? Pemerintah kita tidak pernah sadar akan kelalaiannya. Pemerintah kita sudah melupakan janji-janji-nya sebelum menjadi pemimpin bangsa. Hmmm, apakah benar yang dikatakan bahwa bangsa Indonesia mempunyai mental hianat? Ya berhianat setelah mendapatkan apa yang diinginkan, berhianat atas amanat yang dipercayakan oleh orang-orang yang memilihnya. Saya jadi ingat film yang diputar disalah satu TV Jerman (saya hanya mendengarkan percakapannya, karena saya sedang asik dengan PC saya sementara TV ada dibelakang saya), disitu salah satu pemainnya bilang bahwa dia tidak ingin berantakan spt Indonesia :((. Huhuhuhu, kenapa sih bahkan di film-pun citra tanah air saya sangat buruk :(( Saya tahu bahwa cobaan itu datang karena Allah sayang pada kita, dan ingin kita sadar atas semua kesalahan kita. Nah kalau cobaan itu datang lagi dan datang lagi? Apa artinya? Apakah kita terlalu tambeng tidak mengerti teguran dari Sang Khalik? Ihiks... berarti saya juga termasuk dalam ketambengan tersebut :( Apa saya juga bermental penghianat? Kenapa sih? Gambar dari Om Google DE dengan kata kunci "Indonesia".
 | Dongeng | Sep 7, '06 1:51 PM for everyone |
Si tukang dongeng akhirnya datang hari ini.. membawa backpack besar berwarna hijau ihhh, itukan tasku... wajahnya langsung sedih hahahaha... iya aku tahu, kamu butuh tas besar untuk membawa semua buku dongengmu
Belum bisa tidur juga? mau aku bikinkan makanan biar hangat? katanya begitu menyentuh tanganku yang dingin lalu sibuklah dia didapur plus bolak-balik ke kamar menanyakan resepnya ini pertamakali dia membuat sup seperti buatanku
Supnya enak.. Prison Breaknya pun keren senangnya melihatmu makan banyak matanya bersinar... senyumnya mengembang
Aku mau rebahan.. setelah jeda menunggu makanan turun ayo coba tidur.. aku temani disini dongengnya mana? mulailah dia membuka buku saktinya itu dan membaca dengan keras
Wah, kali ini judulnya elemen mesin mulailah aku mendengar ceritanya tentang baut, mur, kopling dan saudaranya sesekali aku menimpali.. dulu aku juga harus bisa mendongeng elemen mesin si tukang dongeng senang.. jadi bisa diskusi katanya ahhhh, padahal aku sudah banyak lupanya
Haus.. itu kataku tiba-tiba langsung diambilkannya minuman dalam botol untukku senangnya kamu sudah tidur satu jam mendengkur? sedikit... sangat lirih.. kamu capek, coba tidur lagi
Dan diwaktu aku terbangun.. si tukang dongeng sudah tidak ada.. kamu dimana? dirumah.. kok kamu sudah bangun? aku sudah merasa lebih baik.. walau masih mengambang berapa lama aku tidur? 2 jam.. kamu tertidur jam 4 sore alhamdulillah... terimakasih yaaaaaa besok aku dongeng lagi.. tentang transfer panas
Bremerhaven, 07.09.06
 | Tetap | Sep 6, '06 11:34 PM for everyone |
Yup, saya masih juga belum bisa tidur.. masih juga tidur 5 menit bangun.. tapi kali ini 5 menitnya menyenangkan
Dini hari... sebelum mencoba tidur dan relax saya menelpon si tukang dongeng... tapi kali ini saya minta dia bernyanyi utk saya.. huhuhu.. bukannya ngantuk, saya malah jadi ketawa-ketawa habis lagunya jadi berantakan dibuatnya
Lumayan lama menyiksa si tukang dongeng utk tetap terjaga hahahaha.. kasian dia, suaranya sudah berat karena kantuk apalagi siangnya dia saya paksa untuk membelikan saya jus mangga *setelah jalan satu halte dari tempat penjualnya* dan saya menunggu dihalte.. hihihihi, kadang saya ini kejam loh :))
Kasihan juga mendengar suara parau mengantuknya.. saya suruh dia tidur.. tapi setiap 1 jam dia saya telpon.. hihihihihi tenang-tenang... saya tidak sejahat itu sebelumnya saya sudah pesan, tolong handphonenya dimatikan suaranya dan gak usah digetar.. karena begitu nada dering kedua, mata saya tertutup.. dan terbangun setelah saya dengar "tulalit... tulalit"
Sekarang sudah 2 jam pertama setelah 72 jam barusan saya melewati 5 menit ketiga saya menutup mata didering kedua uh uh... 5 menitnya jadi menyenangkan apalagi si tukang dongeng menatap saya dengan matanya yang favorit saya itu *terimakasih penemu handphone berkamera*
Ya sudah... kepala saya pasti masih berat, tapi hati saya senang... karena tidak perlu mati gaya cari posisi
Bremerhaven, 07.09.06 5:49 AM (2 jam 19 menit setelah 72 jam terjaga)
Jujur gue nulis jurnal ini karena nyesek aja lihat ulah orang2 yang sepertinya tidak punya hati. Ok, 1st of all... gue mau minta maaf kalau selama nulis atau kasih komentar dijurnal orang lain tentang Piala Dunia 2006 ini menyakitkan. Mohon maaf sebesarnya. Jurnal ini lahir setelah gue asik blogwalking semua berita yang menyangkut PD 2006. Entah kenapa, banyak sekali orang2 yang membenci timnas kesayanganku gue. Ihiks, kata2 makian dan umpatan serta sumpah serapah ditujukan utk timnas tercinta tsb. Terlebih setelah mereka kalah disemifinal kemarin lawan Italia. Rasain lo!! Dendam gue terbalas bla bla. Yes. Akhirnya Jerman kalah makanya blu blu. Ble ble ble.. yang penting Jerman kalah.
Dan sejuta makian lain yang kalau gue tulis disini, bakalan membuat jurnal gue buruk. Bahkan pesan hinaan di YM yg dikirimkan oleh seorang teman dekat, ihiks. Oya, yang terbaru adalah tulisan yang gue taruh di link ini. Piala Dunia itu peristiwa besar, event yg bisa menyihir semua orang dan membuat orang2 dibenua lain (yg mengalami lintas waktu) rela kehilangan waktu istirahatnya karena ingin menonton pertandingan yg diselenggarakan diperhelatan akbar ini. Jadi, sudah pasti semua negara ingin menang, ingin jadi yang terbaik dan membuat negaranya bangga. Menjadi orang yang kalah saja itu sudah menyakitkan, jadi sepertinya tidaklah perlu ditambah dengan segala sumpah serapah, makian, atau teriakan sukacita karena dendam terbalaskan. Cobalah berempati dan berdiri sebagai si kalah tsb, pasti rasanya sangat amat tidak enak. Gue bahkan bersedih utk England, walaupun itu bukan timnas fav gue, karena gue tau bahwa kekalahan itu menyakitkan. Bilang gue cinta buta sama DE, bilang gue norak, bilang gue terlalu berlebihan mencintai DE, gue gak akan marah. Tapi andai saja mereka bisa ada disini, mereka akan merasakan rasa sedih yang gue rasakan. Menjadi tuan rumah dan dikalahkan ditanah air sendiri adalah menyakitkan.. jadi jangan tambah luka itu dengan kata-kata yang tidak menyenangkan. Sejuta harapan dan impian yg menjadi ruh kehidupan di DE sejak Piala Dunia dimulai sekarang sudah hilang. Bendera masih dikibarkan dimana2, namun rasanya berbeda, sangat berbeda. Gue pribadi bisa menerima kekalahan DE, karena bagaimanapun Italia main bagus. Kalah dari sebuah tim yg bagus adalah terhormat, apalagi timnas DE main dengan baik. Apapun itu makian dan hinaan yang ada utk DE, gak akan pernah bisa menghilangkan kekaguman gue utk timnas negeri ini. Gue akan tetap berjalan dengan kepala tegak, karena timnas kesayanganku itu sangat membanggakan. Buat semua penggemar yang tim kesayangannya tersingkir.. ayo semangat, harapan itu akan selalu ada.
 | Cinta | Jul 5, '06 4:45 AM for everyone |
Cinta gue sama timnas Jerman tumbuh sejak kecil, sejak alm. Bapak selalu membangunkan gue utk menemani beliau menonton Piala Dunia atau Piala Eropa di TVRI (thanks to TVRI). Bapak cinta tim Jerman begitu juga kakak2 gue yang lain. Awalnya sudah pasti membeo bapak dan para kakak, apalagi waktu itu gue belum ngerti bola, tapi sudah bisa menikmati. PD 1986, gue mulai mengerti permainan bola.. dan team favorit bertambah karena kekaguman gue pada Diego Maradona. Ya.. cinta gue sama Jerman gak berubah, tapi gue menjagokan Argentina utk jadi juara. Bukan berarti ini menghianati Karl Heinz Rummenige loh... tapi waktu itu, Argentina memang bagus. PD 1990, gue jagoin Jerman utk menang.. walaupun Argentina juga udah mencuri hati gue, tapi saat itu memang milik Jerman. PD 1994 jagoan gue Brasil, tapi gak tau kenapa... Brasil gak bisa bikin gue jatuh cinta, gak spt Jerman dan Argentina, sementara Belanda, tim yang gak pernah menang di PD... justru sanggup menumbuhkan cinta dihati gue. Perancis di PD 1998 adalah jagoan gue, dan mereka bisa bikin gue jatuh cinta. Jadilah gue punya 4 timnas fav: Jerman, Argentina, Belanda dan Perancis. Gue masih inget waktu gue nangis di Königsplatz setelah Jerman dikalahkan Brasil di final PD 2002. Dimoment itulah cinta gue sama Jerman semakin dalam, gue kagum liat ketabahan supporter Jerman, mereka gak ada menghujat timnya. Kami (gue n temen gue) sempet nanya sama anak kecil laki2 yg berdiri ditengah jalan dan mengibarkan2 bendera hitam-merah-kuning, apa perasaan dia. Sedih tapi bangga, tim kami main bagus. Deg!! nusuk banget, airmata gue langsung jatuh dan cinta itu semakin mekar dalam hati gue.  Cinta gue utk Jerman semakin besar setelah gue tinggal disini. Gue cinta negeri ini krn negeri ini sudah memberikan pelajaran2 hidup yang sebenarnya. Jerman sudah buat cinta gue utk Indonesia tambah besar, cinta gue sama keluarga gue semakin dalam dan bikin gue jauh lebih sabar. Negara ini sudah memberikan kesempatan gue menikmati fasilitas sekolah yang baik, transportasi yang mudah dan keamanan yg menenangkan hati. Jadi, kalau tadi malam gue menangis karena Jerman kalah dan gak masuk final... rasanya itu bukan suatu hal yang besar. Kebayang gimana sedihnya Ballack dkk, gue aja yang gak main sedih banget. Kebayang gimana sedihnya orang Jerman yang sudah dari kecil hidup disini, gue aja yang baru 4 tahun sedih banget. Gue sedih, tapi masih ada harapan dan selalu ada harapan. Timnas Jerman skg ini masih muda, dan mereka sudah memperlihatkan kalau mereka punya kemampuan. Masa depan mereka cerah terbentang. Insha Allah 4 tahun lagi mereka bakalan meraih impian mereka, amin. PD 2010 kalau Allah masih memberikan umur utk gue, dan keajaiban terjadi.. dukungan gue utk Jerman cuma bisa terhenti apabila merah putih ada disana. Ayo timnas Indonesia, cinta gue selalu utk kalian. Img from here.
| |