Sefa's posts with tag: jalan-jalan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jalan-jalan
Blog EntrySkandinavia 2007May 22, '08 5:01 PM
for everyone
Ini mah namanya hutang yang harus saya bayar. Walaupun mungkin teman-teman juga udah pada lupa, tapi saya inget banget kalo pernah janji disini mau nulis cerita jalan-jalan saya di Skandinavia bulan Agustus 2007 kemarin.

Better late than never bukan ;)

Oya, ceritanya saya bagi-bagi dan untuk baca terusannya silahkan mampir kesini, soalnya kalo semua saya posting satu-satu disini jadinya banyak bener :D

Mulai yuuukkkkk ;)

Stockholm: Bandara Ditengah Hutan dan Air Mineral


Setelah gagal menjejakkan kaki di negara-negara Inggris Raya, sayapun mengalihkan tujuan ke negara-negara Skandinavia (Swedia, Norwegia, Denmark). Bukan perjalanan yang panjang, hanya perjalanan singkat saja, uji nyali solo traveling di-negara-negara yang bahasanya-pun tidak saya kenal.

Berangkat dari airport Bremen dengan menggunakan Ryan Air (yang alhamdulillah tepat waktu, tidak seperti yang ditakut-takuti orang bahwa bisa saja pesawat saya dibatalkan, uh!) yang akan membawa saya ke bandara Stockholm Skavsta.

Waktu pesawat akhirnya mendarat dibandara tsb, saya yang: "hah! dimana ini?" ...selanjutnya


Oslo: Hujan, Penjaga Istana, Teman Baru dan IKEA




Dari Stockholm, saya melanjutkan tour Skandinavia ke Oslo dengan Swebus Express. Sampai di Oslo pagi hari dan disambut oleh hujan rintik-rintik yang tidak berhenti sampai saya selesai bersih-bersih dikamar mandi stasiun.

Sebetulnya saya belum puas mengeksplorasi kota Oslo, karena entah mengapa... satu harian itu hujan turun terus, bikin rencana saya untuk naik boat mengunjungi pulau-pulau cantik tidak tercapai *ihiks* Tapi tetep dong saya nekat jalan, kalo gak rugi bukan? Ya semoga bisa balik lagi deh ke Oslo, apalagi masih banyak tempat yang belum saya datengin including Vigeland Park tempat patung-patung bugil berada. Ya semoga deh, amin.
....selanjutnya


Kopenhagen: Little Mermaid, Boat Tour dan Mencari Harta Karun


My one day trip in Copenhagen aka København was rock! Seruuuuu pake bangets!
Bangun tidur subuh, saya yang seneng gitu... soalnya untuk pertamakalinya saya bakalan merasakan lewat jembatan penyebrangan yang melintasi laut. Catet ya, laut! Iya.. saya lewat Oresund Bridge, jembatan yang menghubungkan kota Malmö-Swedia dan København-Denmark. Huaaaaaaa... tau sendiri dong, saya pan takut laut... eh ini harus lewat jembatan yang bawahnya laut. Ya sedangkal-dangkalnya, tetep aja kali judulnya laut. Tapi tetep loh, saya asik motret... walaupun sambil motret sambil berdoa, hihihi.
....selanjutnya


Stockholm: Nyasar, Makan Gratis dan Jatuh Cinta
Dari Kopenhagen, saya kembali ke Stockholm yang merupakan starting and ending point saya dalam melakukan tour singkat Skandinavia Agustus 2007 kemarin. Seperti yang saya ceritakan disini bahwa traveling alone itu bikin banyak temen, saya kembali mendapatkan teman baru yang menjadi teman seperjalanan dari Kopenhagen ke Stockholm (baca: satu bus). Teman baru itu adalah seorang perempuan warga negara Malaysia yg sedang menjalankan liburan tahunannya keliling Eropa. She traveled as backpacker, pokoke gayanya bener-bener backpacker sejati, komplit dengan backpack gede yang lumayan berat (saya kebagian gotong-gotong waktu dia nyari hostel di Stockholm, sementara hostel saya belum buka.. trus pas lagi nungguin dia, saya kebelet.. walhasil jadi deh gotong sana-sini cari café yg buka buat numpang kebelakang).
....selanjutnya

Satu seri lagi, lunas deh utang saya :D

Photo AlbumMusim Semi Tiba (31 photos)May 4, '08 7:48 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Walaupun angin masih bertiup dengan kencang, tapi akhirnya matahari bersinar dengan cerah juga.

Jadi juga deh musim seminya mampir Bremen :D

Photo AlbumPraha: Hari Kedua - Menjadi Narsis (66 photos)Apr 28, '08 3:25 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Setelah selesai makan di resto Indonesia "Sate", kami melanjutkan perjalanan untuk akhirnya mengisi perut (makan malem loh) di Café Slavia yang merupakan café tertua di Praha.

Setelah kenyang makan dan ngobrol ngalor-ngidul, kamipun harus berpisah dengan Fika, karena siang keesokan harinya kami kembali ke Jerman. Semoga bisa bertemu kembali, amin.

Oya, seneng banget... finally saya punya foto Prague Castle diwaktu malam. Huaaaaa... susah ya, udah pake tripod aja masih belum maksimal. Hmmm bukan tripodnya yg salah, kitlensnya kurang mampu. Andai punya lensa putih dan panjang... mantep kayaknya :D

Oya, dialbum ini foto saya lumayan banyak dan mulai bisa tersenyum... soalnya setiap difoto saya digodain sama Fika atau Noni. Senangnya memang jalan-jalan dengan orang yg suka motret juga dan narsis, saya jadi ketularan :))

ddd
dThumbnaild
ddd
Berhubung foto hari kedua jumlahnya 300 something, saya cicil gpp ya. Fotonya dimulai dari kamar hotel (abis suka banget sama kamarnya) dan berakhir di restoran Sate (restoran Indonesia).

Ceritanya nyusul yak... pegel :D

Posting terkait:
Praha: Kota Lampu yang Cantik
Praha: Hari Pertama - Kawan Baru di Kota yang Cantik

Blog EntryPraha: Kota Lampu yang CantikApr 16, '08 5:00 AM
for everyone
13-15 April 2008, saya dan Noni (doctor candidate) melakukan kunjungan singkat ke Praha. Rencana travelling ini datangnya dari beliau, jadi saya tinggal terima beres, enak ya ;)

Saya berangkat tanggal 12.04 sore dengan ICE ke Dortmund Hbf (stasiun utama), untuk kemudian disana bertemu dengan Noni dan bersama-sama menuju Köln (Noni tinggal di Köln). Saya sengaja memesan ticket ICE pp Bremen-Dortmund, karena kami memakai pesawat yang berbeda untuk pp Cheko - Jerman. Kami berangkat menggunakan German Wings dari Köln Bonn Flughafen (airport) dan pulang dengan Easy Jet ke Dortmund Flughafen.

Sejak awal berangkat, kami sudah mengalami pengalaman yang menegangkan, yaitu salah liat jadwal bus! Akhirnya kami-pun harus berjalan kaki cepat menuju stasiun agar tidak ketinggalan kereta. Alhamdulillah, kami sampai tepat waktu.. sehingga kami bisa langsung naik kereta lokal menuju airport. Masalah selesai? Belum tentu, karena kami belum punya tiket yang artinya kalau diperiksa petugas, kami harus bayar denda 40€! Langsung dong kami turun di halte selanjutnya, membeli tiket dan menunggu kereta selanjutnya selama 20 menit. Duh! Dinginnya itu loh :))

Noni sempat membatin (she told me after we came back home - Germany maksudnya) takut liburan singkat kami di Praha nantinya tidak menyenangkan considering awal yang berantakan tsb. But, thanks God! We really had a blast in Prague.


Ternyata keberuntungan menyapa kami di Praha. Begitu kami mendarat di bandara Praha, setelah selesai dengan urusan bagasi dan menukar uang dan membeli 24hours tiket, kami tidak perlu menunggu lama bus yang akan membawa menuju hotel Ostruvek. Kami sempat mengalami kejadian yang cukup memalukan tapi menghibur hati. Jadi ceritanya tram kami berhenti dilampu merah dan kebetulan itu adalah lampu merah didekat hotel kami berada. Supir tramnya keluar tram dari pintu depan (dan membiarkan pintu tsb terbuka), saya yang berpikir bahwa itu adalah halte tempat kami turun pun sibuk memencet tombol pintu tengah. Ditengah asiknya saya memencet, ada seorang bapak yang menunjuk kearah depan yang kami pikir beliau menyarankan kami untuk keluar lewat pintu depan, lalu bergegaslah kami keluar. Begitu kami berada diluar, kami baru sadar... bahwa maksud si bapak tersebut adalah "haltenya masih didepan", bukan keluar dari pintu depan yang terbuka, karena supirnya keluar untuk mengecek sesuatu, hihihihihihi. Walhasil, dihari pertama kami, kami sudah melanggar peraturan, turun sembarangan, wakakakakaka.
Dasar orang asing!

Alhamdulillah, seneng banget, karena hotelnya tidak jauh, petugasnya ramah (beliau langsung menyapa kami dengan bahasa Jerman) dan yang paling penting itu adalah "kamar hotelnya bagus dengan kamar mandi yang bersih". Horeeeeeeeeeeeeee!
Dan hal ini membawa kegembiraan dihati kami yang selanjutnya membuat perjalanan dihari pertama sangat menyenangkan.

Orang-orang Praha sangat menyenangkan dan ramah. Berbicara dalam bahasa Inggris dengan mereka juga bukanlah masalah, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengerti bahasa Jerman (ya iyalah, namanya juga tetangga). Gara-gara seorang pramuniaga yang mengaku-aku diadopsi oleh pasangan Indonesia-Korea, akhirnya kami bisa berkenalan dengan Fika (he said to Fika that we are Korean).

Fika ini adalah backpacker sejati, beliau tinggal di Australia (she has Australian passport) dan sudah sejak Januari 2008 kemarin melakukan perjalanan (she has been in Latin America, America, North Europe, etc) yang akan berakhir Juni 2008 di Indonesia sebelum kembali ke Australia. Beliau sangat menyenangkan dan ramah, kami langsung akrab layaknya teman lama. Klik gitu deh! Praha dihari pertama akhirnya kami jalani bersama Fika yang bersedia menjadi guide tanpa dibayar, hehehe.

Praha menurut saya sangat cantik, bersih dan dimana-mana bertaburan lampu jalan yang bentuknya cantik, itulah makanya difoto-foto saya, banyak sekali lampu jalan sehingga Fika menyebut saya "fetish" (setelah shoes fetish, skg saya jadi lamp fetish, hihihihi). Tapi I just couldn't help it, lampu-lampu itu begitu menggoda untuk diabadikan bahkan akhirnya-pun Fika ikut-ikutan asik mengabadikan lampu-lampu tsb, hihihi.


Kami menghabiskan waktu cukup lama di Staromestské Námestí (Old Town Square), menikmati bangunan-bangunan tua disana sambil berebutan spot dan angle bersama para turis lain demi mendapatkan foto-foto cantik terutama foto dari Orlojem (Astronomical Clock). Mencoba mengalahkan sinar matahari dan mengejar sunset di Karlúv Most (Charles Bridge) dan bereksperimen demi memuaskan hasrat narsis my two companions (saya akhirnya juga tertular narsis sih, tapi gak seberat mereka kok, hihihihi).

Hari pertama kami tutup dengan makan bebek peking "take away" dari restoran Cina dekat hotel. Biarin deh, jauh-jauh ke Praha juga makannya di resto Cina, soalnya mana ada bebek peking seharga 4 Euro di DE? Mimpiiiiiiiiiiiii!!!
Tapi tenang, hari kedua kami sudah bertekad untuk makan makanan khas Cheko kok ;)

Bersambung... (semoga gak malas)

Photos: All taken by: Sefa Firdaus
- Lampu jalan dan patung di Charles Bridge.
- Kamar hotel kami.
- Passage to Old Town Square.
- Astronomical Clock dan para turis.
- Kami dan si Opa (taken by me with tripod).
- Prague Castle dari Charles Bridge.

More photos available in:
Praha: Hari Pertama


ddd
dThumbnaild
ddd
Kalau mengikuti kata hati sih, semua foto yang saya ambil dihari pertama ini pengen saya upload... habis bingung milihnya. Tapi asal tau aja, dari segini banyaknya foto, masih ada loh objek yang lupa saya abadikan... sementara ada objek yang saya potret lebih dari sekali, sampai saya sempat berpikiran untuk membeli ekstra memory card (saya bawa 3 CF card @ 1GB) karena takut gak cukup.

Udara hari pertama lumayan cerah, walau masih agak sedikit dingin... tapi dinginnya tidak membuat saya kehilangan mood, malah semangat.

Enjoy!

Cerita bisa dibaca di: Praha: Kota Lampu yang Cantik


Blog EntryPicture Perfect: EmptyMar 13, '08 9:11 AM
for everyone
Actually I want to stick with the name of this event: Picture Perfect Friday by posting my entry every Friday. But on Satudary, I will move to Bremen.. that's why, tomorrow (Friday) I'll be busy on those moving things. I decided to post my entry today.

The picture below was taken in Stuttgart last year during Weichnachtmark (Christmast Market). At that day. I was hoping to see the stars in the sky as the sun was shining during the day. But until I went home, the sky was empty. No stars at all, only the moon was there facing the night alone.

I've labelled my picture with my name, if it's considered as editing ;)

ppf-empty

Click photo for better viewing

Picture taken at Stuttgart, Germany
Taken on Desember 20th, 2007
Canon EOS 400D - Canon EF 50mm f/1.8
1/500 at f/5.0 - ISO 100 - Flash off - Handheld - Labelled

This week theme: Empty is hosted by Tint. To join the fun and read the rules, please do visit: Foto Friday.

Have a nice day everyone!

Blog EntryPicture Perfect: MovementMar 7, '08 2:32 AM
for everyone
This photo below might not be perfect enough for the theme, but I like it the most from some of my photos that can represent movement as this week theme of PPF.

I love how Wilda (the model in red) posed seeing the performance of the two street musicians.
I love how the musician's hands moved on the drum.
I love how people moved as they walked in the city of Hamburg.

 ppf-movement
Click photo for better viewing

Picture taken at Hamburg, Germany
Taken on November 24th, 2007
Canon EOS 400D - Canon Kitlens EF-S 18-55mm f/3.5-5.6
1/6 at f/6.3 - ISO 400 - Flash off - Handheld

This week PPF is hosted by Heather, to join the fun simply visit: PPF: Movement.

Photo AlbumBremen: When I'm Feeling Blue (31 photos)Mar 6, '08 9:00 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blame it on the weather
as it changes extremely within one day.

Blame it on the hormone
what we called it as "PMS"

Blame it on the distance
that has separated me from my family.

Blame it on the time
as it runs so slow when you are alone.

Just don't blame it on my camera
cause it can tell you how blue I am.



Location: Entrance of Rhododendron Park and ‘botanika’ - Bremen, DE - 05.02.2008
Thanks to: Lilie Nis for being a great companion during the hunting.

Blog EntryPicture Perfect: InfiniteFeb 29, '08 9:00 AM
for everyone
The tree will have its leaves
green during spring and summer
red, orange, yellow or brown during autumn
nothing during winter
but
The sky will always be blue
maybe not in your part of the world
but for sure in some part of others
......sefafirdaus

Photobucket

Click photo for better viewing


Picture taken at Atomium, Brussels, Belgium
Taken on February 17th, 2008
Canon EOS 400D - Canon Kitlens EF-S 18-55mm f/3.5-5.6
1/250 at f/9.0 - ISO 100 - Flash off - Handheld - Labelled


This week theme of PPF is infinite, hosted by Cherie. To join the fun of picture perfect, please visit: FotoFriday.

Have a wonderful weekend mates!

Photo AlbumOn The Way To Brussels (18 photos)Feb 27, '08 4:10 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
These photos were taken on the way to Brussels on 15.02.08. I didn't took lots of photos due to the weather. It was pretty cold though the sun was shiny.

Note: None of these photos below were taken in Brussels ;)

Location:
Mc Donald - Osnabrück - DE
Dom - Rhine River - Cologne - DE

Photo AlbumKöln - Dusseldorf Airport (63 photos)Feb 13, '08 5:20 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
26-28 Januari 2008 kemarin, saya dan si Tukang Dongeng punya kencan di Köln. Kami bertemu di Dusseldorf International Airport (dia naik pesawat, saya naik kereta). Dari Dusseldorf kami langsung menuju Köln untuk bertemu dan menginap dirumah sahabat kami, Noni.

Tidak banyak foto yang saya ambil, selain karena tujuan ke Köln adalah bertemu sahabat setelah sekian lama, udara juga tidak mendukung sehingga saya-pun sempat terkapar karena flu (memang kecapean juga sih karena cari apartemen).

Ini adalah foto-foto di Köln, kami hanya main di Katedralnya (Dom) dan jalan-jalan sebentar disepanjang sungai Rhine. Dan sempat motret waktu menunggu sebelum si Tukang Dongeng boarding.

Photo AlbumMetzingen: Bahagianya Tanpa Belanja (6 photos)Jan 4, '08 5:56 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Hari Kamis 03.01.08 kemarin, kepala yang masih sedikit pusing mendadak sehat berkat telpon dari Lyna yg mengabarkan bahwa Mindy ngajakin ketemuan. Horeeeeeeeee... akhirnya bisa ketemu Mindy lagi setelah bertemu pertamakali tahun 2006 (baca ceritanya disini). Janjian ketemunya di Metzingen yang terkenal sbg kota factory outlet. Kebetulan banget, saya belum pernah kesini dan pengen aja lihat-lihat.

Singkat cerita saya dijemput oleh Lyna dan keluarganya didepan stasiun Bad Cannstatt untuk kemudian bersama-bersama menuju Metzingen. Singkat cerita lagi, setelah menunggu selama satu jam, Mindy dan suaminya akhirnya datang. Pastinya langsung heboh.

Sayang Mindy dan Sven punya jadwal yang sangat padat, apalagi hari Minggu 06.01.08 besok, mereka akan kembali ke Caracas, sehingga kami tidak bisa lama berkangen-kangenan sambil haha-hihi dan tentunya tidak berbelanja! Selain karena memang saya mah gak punya uang (hihihihi), Mindy kopernya sudah penuh sesak dan bocah-bocah ganteng anak-anaknya Lyna sudah tidak sabar ingin segera pulang :D

Walaupun singkat, pertemuan kemarin sangat menyenangkan. Memang membahagiakan bisa mempunyai teman-teman yang baik hati dan fun to be with.

Makasih banyak ya Ndoel utk HRC T-shirtnya, si Tukang Dongeng cuma bisa geleng-geleng liat istrinya kesenangan koleksinya nambah. Salam utk Sven aka Si Jangkung yang bener-bener jangkung :D

Makasih banyak ya Lyn udah boleh nebeng ke Metzingen dan pulangnya dianterin sampe depan rumah. Salam untuk suami dan anak-anak. Spesial pake telor salam untuk si Tutuley. Si Tukang Dongeng ketawa ngakak waktu diceritain polahnya Tutuley :))

ddd
dThumbnaild
ddd
Nebelhorn adalah tujuan kedua dari kunjungan wisata singkat kami di Oberstdof 22-24 Desember 2007 kemarin.

Rencananya kami pengen berangkat pagi-pagi banget setelah shalat subuh, tapi sarapan baru tersedia setelah jam 8 pagi. Ya udah, nunggu aja dulu deh.. soalnya kalo gak sarapan bakalan gak kuat nantinya, karena rencananya kami mau puas-puasin main di NTC Fun Park yg ada di Nebelhorn. Setelah menikmati sarapan ala Jerman yg enak (telur rebusnya mantep, kuningnya pas banget), kamipun berangkat. Ternyata Nebelhorn itu letaknya tidak jauh dari pusat kota dan kali ini kami dibebaskan untuk naik bus menuju Nebelhorn tanpa membayar alias gratis. Cool!

Sempat terpikir untuk menyewa peralatan ski yg seharga 20€ per setengah hari (setelah jam 12 siang). Berhubung kami datangnya jam 10, petugas penyewaan peralatan olah raga musim dingin menyarankan untuk kembali jam 12, biar bisa membayar untuk setengah hari saja. Ya sudah, kamipun memutuskan untuk naik keatas dengan menggunakan cable car/mountain lift.

Kami membayar 32€ per orang utk tiket sampai kepuncak Nebelhorn (Nebelhorn Gipfel). Mahal sih untuk ukuran kantong mahasiswa spt kami, tapi tujuan kami ke Oberstdorf ya untuk bisa naik sampai ke puncak, jadi ya harus beli dong. Alhamdulillah gak sia-sia mengeluarkan 64€, karena keindahan yg kami nikmati dan rasa dekat dengan Allah lebih berharga dari semua itu.

Sampai di NTC Fun Park (stasiun pertama) yang memang tujuan kami agar bisa bersenang-senang main sliding board atau apalah, kami ternyata malah menyewa snow bike (harga sewa 8€ per jam). Waaaaaaa enak banget naik snow bike, si Tukang Dongeng sampai gak mau pindah dari situ :)) Trus gara-gara melihat kami menikmati snow bike, akhirnya banyak orang yg memutuskan untuk meninggalkan alat-alat ski dan snowboardnya untuk mencoba snow bike, hihihi jadi trendsetter ceritanya. Saya tidak terlalu lama main snow bike, karena pegel euy mendorong untuk bisa naik ketempat yg lebih tinggi. Sebetulnya ada eskalornya sih, tapi pas denger pengalaman si Tukang Dongeng yang kepukul pantatnya (maaf) dengan tali yg membawa keatas, saya mah milih mundur (kebayang sakitnya).

Setelah sekitar 2 jam main snow bike, kamipun menuju kepuncak teratas Nebelhorn Gipfel. Subhanallah... cantiknya. Saya yang awalnya takut ketinggian malah akhirnya enjoy banget motret-motret. Dan inilah hasil bidikan saya (dan ada beberapa hasil bidikan si Tukang Dongeng) dari Nebelhorn.

Enjoy!


Cerita saya tentang Oberstdorf:
Oberstdorf: Surga Olahraga Musim Dingin, Photography dan Shopaholic

Foto lain dari Oberstdorf:
Oberstdorf: Söllereck - Indahnya Algäuer Alpen

ddd
dThumbnaild
ddd
Seperti cerita saya dijurnal Oberstdorf: Surga Olahraga Musim Dingin, Photography dan Shopaholic , Söllereck adalah tempat pertama yang kami datangi dikota kecil Oberstdorf. Ini adalah schigebiet (ski area) terendah dari tiga tempat yang ada di Oberstdorf. Sepertinya ini adalah tempat untuk para pemula yang ingin mahir belajar ski.

Puncak tertinggi yang terdapat di Söllereck ini adalah 1708 meter yang dapat ditempuh dengan menggunakan cable cars/mountain lifts dengan tiket 12 Euro per-orang pp. Awalnya saya ingin mencoba cable cars disini agar bisa lebih banyak lagi mendapatkan foto-foto indah dari pegunungan Alpen, tapi menurut si Tukang Dongeng akan lebih puas bila naik cable cars di Nebelhorn yang mempunyai puncak tertinggi dari 3 area ski di Oberstdorf tersebut.

Kami tidak terlalu lama menghabiskan waktu di Söllereck, selain mengejar waktu shalat yang sangat singkat, perut kami pun baru diisi Käsekuchen (German Cheese Cake) sejak pagi.

Inilah hasil foto-foto keindahan pegunungan Alpen yang sempat kami abadikan disaat kami melakukan hiking di Söllereck. Selamat menikmati.

Cerita saya tentang Oberstdof:
Oberstdorf: Surga Olahraga Musim Dingin, Photography dan Shopaholic

Tanggal 22-24 Desember 2007 kemarin, alhamdulillah kami (si Tukang Dongeng dan saya) bisa menikmati indahnya berlibur di Oberstdorf, kota kecil dipegunungan Alpen.  Oberstdorf is a municipality and skiing and hiking town in southwest Germany, located in the Allgäu region of the Bavarian Alps (Wikipedia).

Berangkat dengan kereta 04:50 dari Winnenden ke Oberstdorf, mengharuskan kami untuk bangun jam 4 pagi dan rela berjalan dari rumah menuju stasiun dalam dekapan dinginnya udara minus 5. Dengan weekend ticket seharga 35 Euro (untuk 5 orang), kami memulai perjalanan menuju Oberstdorf. Kereta penuh dengan orang-orang yang juga ingin pergi berlibur, dan sepertinya mereka punya tujuan yang sama dengan kami yaitu Oberstdorf, bedanya mereka membawa perlengkapan olahraga musim dingin seperti snowboard dan peralatan ski.

Ketika kami pindah kereta di central stiation Ulm, si Tukang Dongeng menyadari kalau handphonenya hilang. Sebetulnya kejadian ini membuat saya sedih, karena saya sempat terucap dalam hati ingin mengganti handphonenya dengan yang baru, dan saya merasa karena pikiran saya itu, diapun (handphone, bukan si Tukang Dongeng) hilang. Ya, innalillahi wa innailaihi rojiun, insha Allah handphone tsb bisa berguna ditangan orang yang menemukannya, amin. Alhamdulillah, setelah saya menelpon ke customer service O2, kami bisa mendapatkan SIM Card baru dengan nomor yang sama (kebetulan memang nomornya si Tukang Dongeng terdaftar atas nama saya), walaupun baru bisa kami ambil setelah liburan Natal nanti.


Kesedihan akan hilangnya handphone segera hilang setelah kami tiba ditempat kami menginap, Gästehaus Martina. Kami disambut dengan sangat ramah oleh pemilik guest house tersebut dan diantarkan untuk menempati kamar yang sangat bersih dan cantik dengan sistem pemanas dari bawah lantai (Bodenheizung).
Awalnya kami ingin menyambung tidur agak satu jam untuk bangun jam 10:30 dan memulai petualangan kami disana dengan mengunjungi Söllereck dan menikmati cantiknya Allgäuer Alpen, tapi demi melihat pemandangan cantik sepanjang jalan menuju guest house dan pemandangan dari balkon kamar, kami memutuskan untuk segera pergi kesana.


Keputusan untuk segera pergi ke Söllereck adalah keputusan yang sangat bijaksana, karena begitu kaki kami jejakkan disana, hanya melulu pemandangan indah (subhanallah) yang ada didepan mata. Disini kami melakukan wändern (hiking) menyelusuri indahnya pegunungan Alpen, alhamdulillah walaupun dingin, sinar matahari yang cerah membuat suasana disana menjadi sangat indah. Tak putus-putusnya kata subhanallah kami ucapkan demi melihat keindahan alam di Söllereck, betapa Maha Baik Allah memberikan alam yang begitu indah untuk dinikmati umat-Nya. Perasaan kecil dan tak berdaya mendadak kami rasakan demi melihat Kebesaran Allah disana. Subhanallah!

Nyaris setengah dari 1GB memory card kamera saya habiskan demi mengabadikan keindahan alam di Söllereck, ada rasa takut kehilangan momen indah yang saya alami disana. Berjalan diantara hutan pinus dan tumpukan salju satu meter dikanan kiri, sungguh memberikan pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan. Tangan saya sibuk menekan tombol shutter tanpa menghiraukan dinginnya udara bersuhu minus yang menembus sarung tangan yang saya pakai. Ya, saya memang bandel, si Tukang Dongeng sudah memberikan peringatan untuk membeli sarung tangan yang hangat, tapi saya memilih untuk tetap memakai sarung tangan saya yang lebih pantas disebut sebagai aksesori pemanis belaka. Alhamdulillah saya mau mengikuti sarannya untuk membeli sepatu winter dan tidak bersikukuh untuk terus memakai sepatu 4 musim Nike ACG yang sudah 4 tahun menemani saya.

Awalnya sempat terpikir untuk mencoba Söllereckbahn (cable car/mountain lifts) untuk naik ke Bergstation (1358 m) dan mengambil lebih banyak lagi foto, tapi si Tukang Dongeng menyarankan untuk naik kepuncak tertinggi dari pegunungan Alpen yang berada di Öberstdorf, Nebelhorn. Berhubung dia adalah orang yang membuat itenerary dari liburan kali ini, jadi saya sebagai peserta yang baik hanya mengikuti dan ini adalah tindakan yang tepat, karena di Nebelhorn inilah saya bisa berada diatas ketinggian 2224 m!
Sekitar 4 jam kami habiskan untuk menikmati keindahan alam di Söllereck untuk kemudian kembali ke pusat kota demi mengisi perut yang terasa sangat kosong ditengah dinginnya cuaca.

Aneka jenis restaurant yang menyuguhkan masakan khas setempat dan negara lain juga banyak tersebar di Oberstdof, kota kecil yang cantik ini. Si Tukang Dongeng yang mengerti bahwa saya tidak akan melewatkan Asia restaurant, mencoba menyembunyikan keberadaan tersebut dari saya, namun saya lebih tanggap. Akhirnya setelah lelah berjalan ditengah keindahan Alpen dan dinginnya cuaca, perut Indonesia saya dimanjakan oleh semangkok kecil Peking sweet and sour soup beserta Thai green chicken curry and sepiring nasi. Alhamdulillah, nikmatnya ;-)

Malam hari, setelah sempat beristirahat selama satu jam, kami melakukan tour mengelilingi kota. Oberstdorf, kota turis dipegunungan Alpen bukan saja merupakan surga bagi para penggemar olahraga musim dingin dan hiking, tapi juga surga bagi para pencinta belanja, terutama penggemar perlengkapan olahraga dan barang bermerek lainnya. Toko-toko tersebut tersebar diseluruh penjuru kota memanjakan mata namun membahayakan kantong mahasiswa seperti kami. Barang-barang untuk keperluan olahraga musim dingin tersedia dihampir semua toko yang ada dan tentunya dengan harga yang membuat tarikan nafas panjang. Ah, kota ini benar-benar ditujukan untuk para turis berkantung tebal, bukan mahasiswa dengan uang pas-pasan seperti kami :-)

Nebelhorn, Fellhorn and Söllereck: the very sound of these three names makes skiing fans’ mouths water. And that’s no wonder considering the 44,000 metres of downhill slopes (30,000 metres of which are virtually snow-safe), 29 different lifts, numerous cosy mountain lodges to stop and have a snack and powder snow and sun until you’re ready to drop ... and last, but not least, there are any amount of interesting all-inclusive bargains. Who could resist the temptation? - www.skiinfo.com

Bersambung...

Photos: (all taken by me unless stated)
- Oberstdorf dan si Tukang Dongeng yang nyaris tidak kelihatan.
- Sony Ericsson K750i - courtesy of sonyericssondotcom.
- Kamar kami selama di Oberstdorf dan si Tukang Dongeng yang sedang membaca peta.
- Oberstdorf diambil dari Söllereck.
- Para pencinta olahraga musim dingin at Söllereck.
- Asia restaurant dan si Tukang Dongeng yang sedang mengecek harga.
- Jack Wolfskin - salah satu dari beberapa toko alat-alat olahraga di Oberstdof.

See more pictures:
Oberstdorf: Söllereck - Indahnya Algäuer Alpen

ddd
dThumbnaild
ddd
Seperti network message saya ini, Sabtu 15.12.2007 kemarin saya pergi ke Groningen. Sayang banget gak bisa ketemuan sama MPers yang ada disana, sepertinya teman-teman yg tinggal disana lagi pada sibuk.

Groningen dingin banget!! Tangan saya sampai kaku kebanyakan motret :)) Maklum deh, saya pergi bareng teman saya Wilda yang hobinya difoto. Klop bukan? saya seneng motret (walau asal-asalan) dan dia seneng difoto. Waktu 7 jam di Groningen sepertinya lebih dari cukup, karena kami hanya berjalan-jalan dipusat kota. Kalau mau mengeksplore seluruh Groningen sih gak cukuplah.

Album ini isinya foto-foto Wilda, teman saya sekaligus adik. Anaknya centil, ceria, seneng banget difoto dan baik. It was really fun bisa jalan-jalan di Groningen bareng dia, walaupun kedinginan.

Photo AlbumWinnenden: On His Birthday (56 photos)Dec 14, '07 1:00 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
01.11.2007 kemarin, si Tukang Dongeng ulang tahun. Alhamdulillah kami bisa merayakan bareng di Winnenden. Si Tukang Dongeng mengundang saya makan siang di restoran Yunani yang direkomendasikan oleh teman-teman kerja dia. Kata mereka "restoran Yunani ini paling cocok untuk makan bersama orang tercinta". Dan ternyata rekomendasi mereka gak salah, karena makanannya enak dan tempatnya juga keren.

Setelah makan siang, kami menyempatkan untuk melihat sekeliling kota Winnenden (walau gak semuanya sih). Winnenden kecil tapi cantik, banyak bunga warna-warni yang menarik untuk difoto, sayangnya si Tukang Dongeng lagi galak :D Bosen dia ngeliat saya tiap satu langkah berenti untuk motret :))

Foto ini saya upload sekarang karena Ibunda tercinta di Jakarta ingin melihat foto terbaru dari kami berdua.
Ibu, sehat terus ya. Semoga Allah selalu melimpahi Ibu kesehatan dan kebahagiaan. Semoga sebentar lagi kita bisa berkumpul kembali, amin. We love you so much and miss you beyond everything in this world.

Photo AlbumScandinavia: Day 5 - Stockholm (41 photos)Dec 13, '07 2:50 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Waktu lihat folder foto, ternyata saya masih punya foto-foto hari kelima waktu Tur Scandinavia kemarin.

Nikmatin foto-fotonya aja deh, saya lagi males *kapan sih rajinnya* bikin captionnya :D

Photo AlbumMünchen: 5 Jam Saja (128 photos)Oct 22, '07 6:09 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sabtu 20.10.07 kemarin, saya dan si Tukang Dongeng jalan-jalan ke München (Munich). Awalnya kami berencana pergi jam 6 pagi dengan harapan bisa lebih lama disana (mau ngabisin dua tur dari buku yg kami beli). Tapi rencana tinggal rencana, karena bangun tidur subuh, si Tukang Dongeng punggungnya sakit. Alhamdulillah, sekitar jam 7, udah berasa enakan... akhirnya berangkat naik kereta jam 8:33.

Niat menjalani 2 tur tidak tercapai, karena udara München yang dingin plus hujan salju rintik-rintik dengan suhu minus satu (hari itu suhu terhangat minus 1, terdingin minus 5) membuat punggungnya kembali sakit. Akhirnya kami menghabiskan waktu di Hard Rock Café München yg tempatnya enak banget untuk hang out (paling asik dari semua HRC di Eropa yg pernah saya datengin). Alhamdulillah, berkat All Access Membership yang saya punya, kami berdua hanya menghabiskan 10 Euro utk makan siang yang nikmat dan banyak.

Setelah makan, sempet ke Englischer Garten... tapi gak lama, karena kami ngejar kereta jam 5 sore yang hanya butuh waktu 2 jam ke Aalen. Di kereta kami bertemu anak-anak SD yang baru ngadain sportfest di München. Mereka lucu-lucu plus ngeselin juga but udah membuat perjalanan menjadi menyenangkan (si Tukang Dongeng mah setengah jalan tidur).

Silahkan dinikmati foto2nya... gak terlalu banyak, tapi yg jelas banyak foto si Tukang Dongengnya... yaaaa gimana dong, model fav saya soalnya :))
Insha Allah kami kesini lagi dan bisa membagi foto yang lebih banyak, karena 5 jam mah gak cukup banget utk mengeksplor cantiknya München (kata si Tukang Dongeng mah, at least nginep 4 hari).

Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help